Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Sulteng, Masyarakat Diminta Berikan Data Akurat

  • 21 Jun 2026 20:14 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan pencanangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di lapangan Vatulemo Kota Palu, Minggu, 21 Juni 2026. Kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan Car Free Day tersebut sebagai bagian dari upaya sosialisasi kepada para pelaku usaha dan masyarakat.

Berdasarkan pantauan RRI, sejak pukul 06:00 wita, para peserta yang terdiri dari jajaran BPS Sulteng, Kota Palu, Sigi, dan Donggala serta mitra statistik mulai berdatangan di lapangan Vatulemo. Gubernur Anwar Hafid beserta Wakil Gubernur Reny A Lamadjido, jajaran pemerintah provinsi Sulawesi Tengah hingga unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan yang diawali dengan senam bersama tersebut, dirangkaikan dengan pembacaan deklarasi oleh Gubernur Sulteng sebagai bentuk dukungan pemprov Sulteng terhadap pelaksanaan SE2026. Selain itu juga dirangkaikan dengan penabuhan gimba sebagai penanda dimulainya pelaksanaan SE2026 yang berlangsung kurang lebih 2,5 bulan.

Gubernur Anwar menyebut, program SE2026 merupakan bagian dari upaya dalam mengumpulkan data ekonomi masyarakat yang lebih akurat. Data tersebut nantinya akan dijadikan sebagai dasar pemerintah dalam menyusun perencanaan agar tepat sasaran.

"Jadi sensus ekonomi ini semata-mata untuk bisa mendapatkan data yang akurat sehingga pemerintah daerah dalam membuat perencanaan tidak salah sasaran," ucap Anwar.

Ia menyebut, program ini dilaksanakan untuk memastikan keakuratan data ekonomi masyarakat agar bantuan dapat disalurkan tepat sasaran sesuai dengan tingkat ekonominya. Menurutnya data yang saat ini dipegang oleh pemerintah masih belum sepenuhnya akurat, sehingga bantuan yang disalurkan kemudian tidak tepat sasaran.

"Banyak sekali sekarang data pemerintah belum akurat, yang berhak dapat bantuan justru tidak dapat, yang tidak berhak justru dapat makanya perlu diadakan sensus agar datanya akurat," ucap Gubernur.

Karena itu, Gubernur Anwar mendorong seluruh masyarakat untuk turut terlibat dalam menyukseskan pelaksanaan program SE2026 ini. Salah satu bentuk partisipasi masyarakat dengan memberikan keterangan dan data yang akurat kepada para petugas sensus.

"Kepada seluruh masyarakat Sulawesi Tengah jangan alergi dengan petugas sensus yang datang di rumah kita, mohon berikan keterangan yang sebaik-baiknya sehingga data kita di Sulawesi Tengah ini menjadi akurat," ucap Gubernur Anwar.

Gubernur Anwar menegaskan akan menginstruksikan seluruh aparat desa dan kelurahan untuk mendampingi petugas sensus dalam bertugas. Hal tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menyukseskan program SE2026.

"Saya akan minta kepada semua bupati, walikota untuk menginstruksikan semua kepala desa, kelurahan untuk bisa mendampingi petugas, walaupun petugas kita orang yang dikenal di tempat itu, tapi dengan bantuan pemerintah tentu lebih akan memudahkan," ucap Anwar.

Dalam kesempatan yang sama, Inspektur Utama BPS RI, Dadang Hardiawan mengapresiasi dukungan Pemprov Sulteng terhadap pelaksanaan program SE2026. Ia berharap melalui dukungan penuh dari pemerintah daerah menjadi langkah awal dalam menghasilkan data ekonomi yang akurat, serta dapat membangun kepercayaan masyarakat.

"Alhamdulillah di Provinsi Sulawesi Tengah mendapat dukungan yang luar biasa dari pemerintah provinsi, dengan dukungan ini Kami berharap masyarakat Sulawesi Tengah untuk bisa turut membantu dan menyukseskan program ini," ucapnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program Sensus Ekonomi merupakan salah satu dari amanat undang-undang yang wajib dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Menurutnya, sensus ekonomi menjadi instrumen penting untuk melihat potensi ekonomi daerah, sebagai dasar untuk merumuskan program peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Hasil sensus ini untuk melihat potensi ekonomi, mana yang perlu didorong, karena dengan ekonomin yang baik tentunya kesejahteraan masyarakat itu bisa meningkat," ucap Dadang.

Dadang menyebut, pelaksanaan program SE2026 telah berlangsung sejak 15 Juni sampai 31 Agustus 2026 mendatang dengan menerjunkan sebanyak 251.000 petugas sensus yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. Sementara untuk di Sulawesi Tengah, BPS mengerahkan 3.210 petugas untuk mendata sekitar 1,5 juta pelaku usaha secara tatap muka.

"Kami berharap bahwa seluruh lapisan masyarakat untuk mengingat gerakan TIR, yaitu singkatan dari Terima petugas sensus, I-nya adalah isi data dengan benar. R-nya adalah rahasia data nanti akan terjaga," ucap Dadang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....