Doa Bersama Peduli Gempa, Gubernur Sulteng Tekankan Nilai Kebersamaan

  • 20 Jun 2026 13:53 WIB
  •  Palu
Poin Utama
  • Ribuan jemaat memadati Lapangan Immanuel, Kota Palu, Jumat malam 19 Juni 2026
  • Doa Bersama Peduli Gempa sebagai Wujud Solidaritas dan Harapan Masyarakat Sulawesi Tengah
  • Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, tegaskan persatuan dan solidaritas masyarakat
  • Menjadikan momentum tersebut sebagai penguat kebersamaan dan persaudaraan

RRI.CO.ID, Palu - Ribuan jemaat dari berbagai denominasi gereja se-Sulawesi Tengah memadati Lapangan Immanuel, Kota Palu, Jumat malam 19 Juni 2026. Mereka berkumpul dalam kegiatan Doa Bersama Peduli Gempa sebagai Wujud Solidaritas dan Harapan Masyarakat Sulawesi Tengah Pascabencana, yang diselenggarakan Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Sulawesi Tengah.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, yang hadir dalam kegiatan menegaskan kegiatan doa bersama tersebut bukan sekadar agenda seremonial keagamaan. Melainkan, manifestasi nyata dari persatuan dan solidaritas masyarakat Sulawesi Tengah ketika menghadapi ujian bersama.

“Pada kesempatan yang penuh hikmat ini, kita berkumpul bukan sekadar hadir bersama, tetapi untuk menaikkan doa bagi saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi,” ujar Gubernur.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat, menjadikan momentum tersebut sebagai penguat kebersamaan dan persaudaraan. Khususnya, di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi masyarakat Sulawesi Tengah.

“Lewat kegiatan seperti ini, menunjukkan bahwa persatuan kita kuat dan kebersamaan adalah modal utama untuk menghadapi setiap ujian yang datang,” ucapnya Gubernur.

Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Gubernur turut menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi.

"Semoga Tuhan Yang Maha Kasih memberikan kekuatan, penghiburan, kesehatan, serta ketabahan kepada seluruh saudara-saudara kita yang sedang menghadapi cobaan ini,” tuturnya.

Kegiatan yang mengusung tema “Satu Doa, Satu Hati, Satu Aksi” tersebut juga dihadiri lima tokoh agama dalam doa bersama. Ini sebagai simbol persatuan seluruh elemen masyarakat dalam memanjatkan doa bagi keselamatan, kekuatan, dan pemulihan warga terdampak bencana gempa bumi.

Momentum spiritual tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat toleransi antarumat beragama. Termasuk, meneguhkan semangat gotong royong masyarakat Sulawesi Tengah dalam menghadapi situasi pascabencana. (KA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....