Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

  • 16 Jun 2026 16:49 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Gempa Bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah tenggara Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, 16 Juni 2026 pukul 11:27 Wita. Pusat gempa berada pada koordinat 1,04 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur, atau sekitar 42 kilometer tenggara palu dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa bumi tersebut dirasakan kuat di Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, dan sejumlah wilayah lainnya. Berdasarkan keterangan dari BMKG, disebutkan gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif.

Pengamat Gempa Bumi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Hendrik menjelaskan, hingga puku 12:00 Wita, pihaknya mencatat sekitar delapan gempa susulan telah terjadi setelah pasca gempa utama. Ia menyebut, Gempa susulan yang terjadi memiliki magnitudo lebih kecil dibandingkan gempa utama dan turut dirasakan di beberapa daerah di Sulawesi Tengah.

"Telah terjadi sebuah gempa yang cukup besar dengan kekuatan 6,7 di jam 11.27 wita, kemudian hingga pukul 12 siang ini sudah terdapat 8 kali gempa susulan dengan kekuatan yang lebih kecil dan dirasakan variasi di beberapa daerah khususnya di Kota Palu," ucap Hendrik saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 17 Juni 2026.

Lebih lanjut, ia memastikan gempa bumi yang mengguncang wilayah Kota Palu dan sekitarnya tersebut, tidak berpotensi tsunami. Hal itu karena gempa tersebut merupakan gempa yang terjadi di darat dengan kedalaman 10km dan masih tergolong dangkal.

"Kedalaman gempa ini sekitar 10 kilo. Dia di darat. Jadi tidak ada potensi tsunami," ucap Hendrik.

Hendrik menjelaskan, BMKG juga mencatat guncangan dirasakan pada skala V-VI MMI di Kabupaten Sigi, dan skala III MMI di wilayah Polewali Mandar, Mamasa, Mamuju, serta Pasangkayu. Gempa juga dirasakan pada skala II-III MMI di Pinrang, Parepare, Pohuwato, Boalemo, Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Gorontalo, dan Luwu Utara.

BMKG juga melaporkan adanya dampak kerusakan akibat gempa tersebut. Hingga pukul 12.20 Wita, hasil monitoring menunjukkan telah terjadi delapan kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai M5,1.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa serta memastikan kondisi bangunan tempat tinggal aman sebelum kembali masuk ke dalam rumah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....