Wamen Diktisaintek Deklarasi Konsorsium Tanggap Bencana di PTN dan PTS Se-Sulteng
- 22 Jun 2026 17:45 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Wujudkan Kampus berdampak khususnya terkait penanganan dan pencegahan bencana, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI Prof. Dr. Fauzan M.Pd., Senin, 22 Juni 2026, Deklarasi Konsorsium Iklim dan Tanggap Bencana Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta se-Sulawesi Tengah. Menurut Wamen upaya penanganan dan pencegahan tidak dapat hanya dilakukan secara terpisah oleh pihak terkait, namun dibutuhkan adanya kolaborasi guna memaksimalkan upaya yang ada.
“Oleh karena itu dengan adanya konsorsium ini diharapkan akan terjadi mentoring alamiah. Nanti riset bersama, berkolaborasi, kemudian pengabdian masyarakat berkolaborasi. Sehingga dampaknya dapat semakin besar dirasakan oleh masyarakat khususnya,” jelasnya.
Ditambahkan Konsorsium perguruan tinggi merupakan model kerja sama atau kolaborasi antara dua atau lebih institusi pendidikan tinggi. Tujuannya adalah menggabungkan sumber daya, fasilitas, dan keahlian untuk mencapai tujuan akademik dan riset yang lebih besar, diantaranya memperluas pilihan mata kuliah atau mendapatkan pendanaan hibah penelitian, tanpa kehilangan kemandirian masing-masing kampus.
itulah perlu kita susun kekuatan buat namanya konsorsium. Biar makin berdampak. Iya, konsorsium ini tugasnya ada dua. Tugas eksternal dan tugas internal. Antar konsorsium umpamanya. Perguruan tinggi mulai dari yang kecil menengah sampai dengan dengan yang besar seperti Untad begini nih. Ini harus berkolaborasi. Pada saatnya bisa saja perguruan tinggi yang kecil.
“Itu mau kepengin kuliah di Untad satu semester. Dikolaborasikan sehingga ini ada share keilmuan. Share pengalaman, Begitu juga Untad kalau diundang diundang juga harus mau datang. Jadi yang besar ini memberikan manfaat kepada yang kecil. yang kecil bisa belajar dari yang besar. Selain itu juga bisa kolaborasi riset tadi, pengabdian masyarakat,” Terang Wamen Fauzan.
Menurutnya konsorsium Iklim dan Tanggap Bencana juga membutuhkan dukungan dan komitmen dari unsur pemerintah daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota, serta masyarakat yang menjadi sasaran dari konsorsium yang dilakukan. Ditegaskan Perguruan Tinggi memiliki tanggung jawab moral dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait dengan kebencanaan, sehingga dirinya berharap seluruh perguruan Tinggi dapat semakin terbuka dalam memaksimalkan peranannya ditengah masyarakat.
“Tujuan dari deklarasi Konsorsium ini kan agar Perguruan Tinggi semakin berdampak. Jadi semua yang dilakukan ini memberi dampak atau manfaat yang nyata bagi masyarakat. Kemudian Pemerintah juga harus memberikan dukungan terhadap kolaborasi yang dibangun seluruh PTN dan PTS se-Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny Lamadjido merespon positif upaya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi dalam memaksimalkan peran kampus melalui perwujudkan Kampus berdampak. Menurut Wagub, bila sebelumnya Perguruan Tinggi hanya fokus dalam membesarkan namanya sendiri, maka melalui deklarasi konsorsium ini, kedepan seluruh perguruan tinggi di Sulawesi Tengah dapat mengambil peranan dalam Mitigasi bencana.
“Saya mengapresiasi deklarasi konsorsium untuk dampak terhadap tanggap darurat ini karena kampus itu harusnya bersatu. Kampus tidak boleh berdiri sendiri-sendiri termasuk dalam penanganan tanggap darurat bencana. Kemudian misalnya ada satu universitas yang sudah besar dia harus mengayomi yang kecil supaya yang kecil juga bisa hidup. Konsep ini saya sangat apresiasi juga karena bukan hanya PTN yang PTS juga semuanya bisa bersatu untuk membantu bagaimana pemerintah provinsi, kabupaten, kota itu bisa bekerja sama dengan baik,” katanya.

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Akademik Untad Prof. Dr. Eng. A. Rusdin, S.T., M.T., M.Sc., mengatakan Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta saat ini merupakan langkah maju dalam memaksimalkan potensi yang dimiliki seluruh perguruan tinggi. Dirinya optimis kolaborasi ini tidak hanya memberi dampak besar bagi masyarakat tetapi juga memberi manfaat besar bagi pengembangan kampus.
“Kita menyadari tantangan pada saat ini seperti misalnya perubahan iklim menyebabkan banjir, tanah longsor dan sebagainya kemudian bencana bencana lainnya seperti gempa bumi serta tantangan mensejahterakan masyarakat, meningkatkan kemandirian bangsa serta ee pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan tanpa merusak lingkungan itu adalah tantangan yang kita hadapi saat ini sehingga kondisi multidimensi tersebut harus kita lakukan bersama. Tidak mungkin misalnya Universitas Tadulako di Sulawesi Tengah bisa melaksanakan hal tersebut secara sendiri. Jadi kita berharap ada kolaborasi tentunya bersama-sama Universitas dan lembaga pendidikan tinggi yang ada di Sulawesi Tengah baik dan juga pemerintah maupun pihak-pihak industri maupun dunia usaha yang ada di Sulawesi Tengah,” tuturnya.
Deklarasi Konsorsium Iklim dan Tanggap Bencana Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta se-Sulawesi Tengah yang digelar siang tadi, di Auditorium Kedokteran Untad ditandai dengan pemukulan Gong oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI Prof. Dr. Fauzan M.Pd., dan disaksikan Wakil Gubernur, unsur Forkompimda Sulawesi Tengah serta pimpinan Perguruan Tinggi. Usai Deklarasi, acara dilanjutkan dengan seminar yang diikuti oleh Dosen serta mitra terkait di Untad.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....