Pengusaha Tahu Tempe di Palu Dorong Pemerintah Lakukan Penguatan Kedelai Lokal

  • 12 Jun 2026 14:23 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Kenaikan harga kedelai impor kini mulai mempengaruhi produksi tahu dan tempe di Kota Palu. Kondisi pasar yang fluktuatif membuat penghasilan menjadi berkurang.

Salah satu pelaku usaha tahu dan tempe, Ima, mengaku dilema untuk menaikkan harga jual produknya dipasaran. Apabila memutuskan untuk menaikkan harga, dikhawatirkan juga berdampak kepada rantai pedagang eceran tingkat bawah.

"Karena kalau mau dinaikkan, paling naik kecil saja tetapi tidak bisa menutupi. Penjual-penjuak siomay itu kasihan, semua naik, kalau saya kasih naik tiba-tiba juga kasihan," ucap Ima saat dikonfirmasi melalui telepon, Kamis 11 Juni 2026.

Ia menambahkan, harga keledai saat ini telah menyentuh Rp. 12.500, setelah sebelumnya hanya Rp 10.800 per kilogrammnya. Dengan kebutuhan mencapai 1,5 ton setiap harinya, hal ini berpengaruh kepada operasional produksi tahu dan tempe miliknya.

"Artinya keuntungan itu ibaranya kita jalan ditempat untuk sementara ini sementara perlu untuk bayar BPJS, gaji pegawai," tuturnya.

Untuk menyiasati hal tersebut, Ima mendorong peningkatan produksi kedelai lokal dengan kualitas yang mampu memenuhi kebutuhan pasar. Hal ini dinilai penting mengingat kebutuhan kedelai hingga saat ini masih bergantung pada impor.

"Hasil panen lokal sedikit sekali bahkan tidak mencukupi, kalau umpamanya ada dia cepat berjamur," ucapnya.

Lebih lanjut, perkumpulan pengusaha tahu dan tempe di Kota Palu sebelumnya pernah menyalurkan bantuan bibit dan pupuk kepada petani untuk mendukung budidaya kedelai lokal. Namun, upaya tersebut belum menghasilkan produksi yang optimal.

Karena itu, pemerintah diharapkan dapat melakukan intervensi yang lebih terarah guna meningkatkan produksi kedelai lokal. Dengan ketersediaan kedelai lokal yang mencukupi, ketergantungan terhadap kedelai impor dapat dikurangi.

"Mudah-mudahan bisa bantu menurunkan dolar atau subsidi dari pemerintah sedikit untuk kami pengusaha tahu tempe," kata Ima.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....