Ketersediaan Pangan Aman, Harga Masih Jadi Keluhan
- 10 Jun 2026 12:07 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu –Ketersediaan pangan di tengah lonjakan harga sejumlah kebutuhan pokok menjadi perhatian masyarakat. Berbagai kalangan menyampaikan pandangan mengenai stok pangan, stabilitas harga, hingga peran pemerintah dalam menjaga kesejahteraan petani dan daya beli masyarakat.
Guru Besar Universitas Tadulako, Prof. Nur Sangaji, menilai ketahanan pangan tidak hanya bertumpu pada sektor pertanian skala besar. Menurutnya, masyarakat juga perlu memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan sehari-hari seperti cabai dan tanaman obat keluarga guna mengurangi ketergantungan terhadap pasar.
"Selain petani, masyarakat juga perlu didorong memanfaatkan pekarangan untuk menanam cabai maupun tanaman obat-obatan sehingga kebutuhan rumah tangga bisa lebih terbantu," ujar Nur Sangaji.
Di program komentar dan opini RRI Palu, warga Kecamatan Tojo Barat, Timang, mengaku hasil kebun yang dikelola masyarakat selama ini sangat membantu kebutuhan keluarga. Hasil panen tidak hanya dikonsumsi sendiri, tetapi sebagian juga dijual untuk menambah pendapatan rumah tangga di tengah kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok.
Di sisi lain, Amir menyoroti pentingnya peran negara dalam menjaga stabilitas harga pangan. Menurutnya, ketersediaan stok yang cukup belum tentu menjamin harga tetap terkendali jika pengawasan distribusi dan intervensi pasar tidak berjalan optimal.
"Menjaga ketersediaan stok pangan adalah tugas negara, tetapi yang menjadi pertanyaan masyarakat mengapa harga masih sering bergejolak, termasuk minyak goreng yang terus mengalami kenaikan," katanya.
Pandangan serupa disampaikan Muhlis yang menilai persoalan pangan tidak hanya berkaitan dengan stok, tetapi juga menyangkut daya beli masyarakat dan kesejahteraan petani. Ia menegaskan biaya produksi, transportasi, serta tata kelola rantai pasok perlu dibenahi agar petani tidak terus mengalami kerugian saat harga jual hasil panen rendah.
"Stok pangan memang cukup, tetapi daya beli masyarakat menurun. Biaya produksi dan distribusi harus diperhatikan agar petani tidak semakin terpuruk," ungkap Muhlis.
Masyarakat berharap pemerintah perlu terus memperkuat manajemen rantai pasok, memperbaiki infrastruktur jalan menuju sentra pertanian, serta mengoptimalkan peran Bulog melalui operasi pasar yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....