Ketua Kadin Parimo: Petani Durian Perlu Diedukasi terkait Standar Panen Ekspor
- 05 Jun 2026 03:27 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Parigi Moutong Faradiba Zaenong menyebut masih banyak petani durian di Sulawesi Tengah yang perlu mendapatkan edukasi terkait standar kualitas panen, khususnya untuk kebutuhan ekspor.
Menurut dia, kebiasaan memetik sebelum mencapai kematangan ideal kerap ditemui di lapangan. Hal itu dinilai dapat memengaruhi kualitas buah ketika masuk ke rumah kemas atau gudang packing house dan berdampak pula terhadap nilai jual di pasar ekspor.
“Petani kita hari ini harus banyak mengedukasi mereka. Ketika SOP ekspor 85 persen mereka metiknya 50 persen kematangan mereka udah petik. Sehingga ketika masuk gudang packing house ini sudah pasti yang grade A pasti akan jatuh di grade C,” kata dia saat ditemui di Palu, Rabu, 3 Juni 2026.
Faradiba mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan masih perlunya penguatan pemahaman teknis di tingkat petani, terutama terkait standar panen berbasis kematangan buah dan waktu panen ideal.
“Itu minimal 135 hari dari saat dia pecah bunga. Ini kan harus diedukasi nih sama petani. Inilah masih minimnya peran pemerintah dalam mengedukasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa persoalan tersebut tidak hanya terjadi di tingkat petani, tetapi juga berkaitan erat dengan rantai pasok durian secara keseluruhan. Menurutnya, ekosistem durian harus dijaga secara terintegrasi mulai dari hulu hingga hilir.
“Jadi ada namanya keterkaitan rantai pasok. Petani harus mampu menjaga kualitas standar ekspornya dan teman-teman pengusahanya harus mampu menjaga bagaimana standarisasi ini tetap sesuai dengan kualitas yang diminta oleh pasar,” ujarnya.
Faradiba menilai, tingginya permintaan pasar internasional, khususnya Tiongkok, terhadap durian Indonesia menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan secara optimal oleh Sulawesi Tengah.
Ia menyebut, durian Sulawesi Tengah memiliki karakter rasa yang berbeda dibanding negara pengekspor lain seperti Thailand dan Vietnam, sehingga memiliki daya tarik tersendiri di pasar luar negeri.
“Durian Indonesia apalagi Sulawesi Tengah itu sangat dicintai dan mendapatkan ruang spesial di hati orang Tiongkok. Rasanya berbeda dengan Thailand dan Vietnam, legitnya berbeda, dari warna saja berbeda, tingkat kemanisan berbeda,” katanya.
Untuk itu, kata dia, potensi tersebut hanya dapat dimaksimalkan apabila standar panen, penanganan pascapanen, dan kualitas produk dijaga secara konsisten di seluruh rantai pasok.
Pun berbicara durian, lanjutnya, tidak lagi berbicara tentang daerah semata, melainkan kepercayaan pasar terhadap komoditas unggulan milik Indonesia.
"Saya ketika melihat durian ini, ini sudah berbicara negara untuk negara deh. Iya kan, Indonesia untuk Tiongkok gitu kan," kata Faradiba.
Diketahui, durian Sulawesi Tengah saat ini menjadi komiditas unggulan nasional. Tercatat, ekspor durian saat ini telah memberikan kontribusi mencapai Rp304,4 miliar terhadap perekonomian Sulawesi Tengah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....