Miliki Masyarakat Beragam, Ketua FKUB Sulteng: Parimo Adalah Indonesia Mini
- 30 Jul 2026 12:11 WIB
- Palu
Poin Utama
- Ketua FKUB Provinsi Sulawesi Tengah, Zainal Abidin, menyebut Kabupaten Parigi Moutong sebagai 'Indonesia Mini' karena dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya.
- Pernyataan tersebut disampaikan saat acara Ngopi Kerukunan yang diselenggarakan FKUB Provinsi Sulawesi Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong pada Rabu, 29 Juli 2026.
- Acara dihadiri oleh Wakil Bupati Parigi Moutong, Kepala Kantor Kemenag, Ketua FKUB Parigi Moutong, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda setempat.
RRI.CO.ID, Palu - Ketua FKUB Provinsi Sulawesi Tengah, Zainal Abidin, menyebut Kabupaten Parigi Moutong sebagai "Indonesia Mini" karena dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Ngopi Kerukunan yang digelar FKUB Provinsi Sulawesi Tengah bersama Pemkab Parimo, Rabu 29 Juli 2026. Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Parimo, Kepala Kantor Kemenag Parimo, Ketua FKUB Parimo, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda setempat.
Menurut Zainal, keberagaman tersebut merupakan potensi besar sekaligus tantangan yang harus dikelola secara bijaksana. Hal itu dapat dilakukan melalui penguatan moderasi beragama dan dialog yang berkelanjutan.
Selain itu, ia menjelaskan moderasi beragama merupakan cara pandang dan praktik beragama yang mengedepankan sikap adil dan seimbang. Termasuk, menghormati perbedaan keyakinan tanpa mengurangi komitmen terhadap ajaran agama masing-masing.
"Nilai ini menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan di tengah masyarakat yang majemuk," ujar Zainal.
Ia menambahkan, penguatan moderasi beragama perlu dilakukan melalui pendidikan, dialog lintas agama, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Hal tersebut agar nilai saling menghormati, menghargai keberagaman, dan menolak segala bentuk intoleransi semakin mengakar.
Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan, yang sejak lama mengaktifkan forum warga Suka Duka Majemuk. Menurutnya, forum tersebut merupakan praktik kerukunan yang memungkinkan masyarakat yang beragam saling berbagi kebahagiaan maupun kesedihan.
"Forum seperti ini layak menjadi contoh bagi daerah lain, karena menunjukkan perbedaan bukan penghalang untuk saling membantu dan memperkuat persaudaraan," kata Zainal.
Mendukung hal ini, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mendorong pembentukan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) hingga di seluruh 23 kecamatan. Langkah tersebut dinilai penting untuk merawat keberagaman suku, agama, budaya, dan adat yang menjadi kekuatan sosial masyarakat Parigi Moutong.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....