Sukses Rusak Habitat Nyamuk, Kota Palu Pertahankan Zero Malaria
- 30 Mei 2026 18:19 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Dinas Kesehatan Kota Palu mencatat ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah ini sukses mempertahankan status bebas atau zero kasus malaria selama beberapa tahun terakhir. Keberhasilan tersebut dicapai berkat tingginya kesadaran masyarakat dalam merusak ekosistem atau tempat berkembang biak nyamuk penular melalui intervensi lingkungan yang bersih secara mandiri.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr. Rochmat Jasin dalam program Palu Menyapa RRI Palu menyatakan, jika saat ini ditemukan adanya warga yang terdeteksi positif malaria, hal tersebut dipastikan merupakan kasus dari luar wilayah. Pasien yang bersangkutan biasanya memiliki riwayat perjalanan atau baru saja kembali dari daerah lain di Indonesia yang berstatus endemis malaria.
“Kota Palu saat ini sudah berstatus zero malaria karena kita berhasil mengintervensi lingkungan sehingga sarang nyamuk penular tidak bisa berkembang biak lagi. Kalaupun ada satu kasus yang ditemukan, itu merupakan riwayat perjalanan dari luar daerah dan bukan tertular di dalam Kota Palu,” ujar dr. Rochmat Jasin di studio Pro 1 RRI Palu, Jumat, 29 Mei 2026.
dr. Rochmat menjelaskan, keberhasilan mempertahankan status zero malaria ini menjadi salah satu indikator utama bahwa masyarakat Kota Palu sudah semakin cerdas dalam mempraktikkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penataan sanitasi secara berkala secara otomatis memutus rantai interaksi negatif antara lingkungan, manusia, dan agen penyakit penular.
“Turunnya angka kesakitan penyakit menular, termasuk malaria dan demam berdarah dengue (DBD), membuktikan intervensi terhadap kebersihan lingkungan berjalan efektif di tingkat rumah tangga. Ketika rumah atau tempat berkembang biaknya sudah tidak ada, kuman maupun virus secara alami akan sulit untuk bertahan hidup,” ucapnya.
Meskipun tren penyakit menular terus mengalami penurunan yang signifikan, Rochmat mengingatkan warga untuk tidak mengendurkan kewaspadaan dalam menjaga kebersihan drainase di sekitar pemukiman. Sinergi antara pemeliharaan kebersihan diri dan kelestarian lingkungan menjadi tameng utama dalam mengantisipasi munculnya potensi penyakit menular lainnya.
“Masyarakat harus tetap paham bahwa strategi terbaik dalam menjaga kesehatan adalah dengan melakukan tindakan pencegahan sebelum penyakit itu menyerang tubuh kita. Kunci utamanya berada pada konsistensi gerakan kebersihan saluran air agar tidak menjadi genangan yang disukai oleh serangga pembawa bakteri,” ucap Kadis Kesehatan Kota Palu.
Lebih lanjut, pihak dinas kesehatan melalui seluruh unit Puskesmas terus mengintensifkan sosialisasi berbasis komunitas guna memberikan pemahaman yang merata bagi warga. Langkah edukasi secara langsung maupun lewat media sosial ini dinilai penting agar masyarakat tidak salah paham mengenai faktor risiko penularan suatu penyakit.
“Kami terus mengedukasi warga agar memiliki pemahaman yang benar, pemahaman yang logis dan berbasis ilmu kesehatan inilah yang melahirkan kewaspadaan serta perilaku hidup sehat secara permanen,” ucapnya.
Kadis Kesehatan Kota Palu itu menegaskan, investasi terbaik bagi masa depan daerah adalah dengan melahirkan generasi penerus yang sehat serta bebas dari beban penyakit kronis. Penerapan PHBS yang konsisten sejak usia dini diharapkan dapat meminimalkan angka kunjungan ke faskes sehingga memperkuat indeks kesehatan masyarakat.
“Pada dasarnya tidak ada satu pun manusia yang ingin jatuh sakit, oleh karena itu mari kita jadikan PHBS sebagai sebuah kebiasaan hidup baru yang melekat. Lingkungan yang bersih akan melahirkan masyarakat yang produktif dan menjadi modal penting bagi kemajuan daerah,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....