Ditjenpas Sulteng Tegaskan Komitmen Lawan Narkoba hingga Barang Ilegal
- 08 Mei 2026 13:09 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari handphone ilegal, narkoba, dan praktik penipuan. Komitmen tersebut ditandai dengan pengucapan ikrar pemasyarakatan yang digelar di halaman Kanwil Ditjenpas Sulteng, Jumat, 8 Mei 2026.
Pengucapan ikrar dipimpin langsung Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Bagus Kurniawan, dan diikuti seluruh jajaran pegawai. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto terkait penguatan pengamanan serta penanggulangan gangguan keamanan dan ketertiban yang dikendalikan dari dalam lapas maupun rumah tahanan.
“Kami tidak akan memberi ruang bagi handphone ilegal, narkoba, maupun praktik penipuan di dalam lapas dan rutan. Ini komitmen tegas yang harus dijalankan seluruh jajaran tanpa pengecualian,” kata Bagus.
Ia menekankan pentingnya pengawasan secara menyeluruh, termasuk peningkatan penggeledahan rutin terhadap warga binaan, pengunjung, hingga petugas yang masuk ke area lapas dan rutan.

“Tingkatkan penggeledahan, bukan hanya kepada warga binaan dan pengunjung, tetapi seluruh elemen mulai dari pejabat hingga pegawai wajib diperiksa sebelum masuk ke dalam lapas maupun rutan,” ujarnya kepada seluruh jajaran.
Menurut Bagus, pengawasan tidak boleh hanya dilakukan melalui razia insidental, tetapi harus dibangun lewat monitoring dan evaluasi berkelanjutan di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Sulawesi Tengah.
“Kami pastikan tidak ada ruang untuk pungutan liar, makelar kamar, maupun penyalahgunaan wewenang. Pengawasan akan terus kami lakukan secara langsung maupun virtual,” tegasnya.
Dia juga memastikan sanksi tegas akan diberikan kepada warga binaan maupun petugas yang terbukti terlibat dalam pelanggaran.
“Bagi warga binaan akan dilakukan identifikasi mendalam, penempatan strep sel, register F hingga pemindahan ke Nusakambangan. Sementara petugas yang terlibat akan dikenakan hukuman disiplin dan evaluasi jabatan,” katanya.
Sebagai bentuk penguatan sinergi, Kanwil Ditjenpas Sulteng juga terus memperkuat kerja sama dengan aparat penegak hukum, termasuk TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional (BNN).
"Kami telah membangun kerja sama dengan BNNP Sulawesi Tengah dan seluruh UPT juga telah bersinergi dengan BNN di daerah masing-masing. Ini langkah konkret dalam memutus peredaran narkoba di lapas dan rutan,” sebut Bagus.
Dalam kesempatan tersebut, Bagus turut menyinggung keberhasilan petugas Lapas Kelas IIB Ampana yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu. Menurutnya, keberhasilan itu menjadi bukti keseriusan jajaran pemasyarakatan dalam menjaga integritas.
“Keberhasilan penggagalan narkoba di Ampana menjadi bukti bahwa pengawasan berjalan. Petugas yang berintegritas harus diapresiasi,” ujarnya.

Selain pengucapan ikrar, Ditjenpas Sulteng juga menggelar sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba dengan menghadirkan Penyuluh Ahli Madya BNNP Sulawesi Tengah, Ni Gusti Ayu Putu Indahati. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa ancaman narkoba tidak hanya merusak individu, tetapi juga dapat menghancurkan integritas institusi.
“Komitmen seperti ini penting untuk memastikan lingkungan kerja tetap sehat, profesional, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba,” ungkapnya.
Sebagai bentuk komitmen nyata, kegiatan kemudian ditutup dengan tes urine terhadap 30 orang jajaran Kanwil Ditjenpas Sulteng yang terdiri atas pegawai, CPNS, peserta magang, dan tenaga outsourcing keamanan. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta dinyatakan negatif narkoba.
Bagus menegaskan tes urine tersebut menjadi bukti bahwa komitmen pemberantasan narkoba dimulai dari internal lembaga. Pihaknya juga memastikan akan terus menjaga integritas dan menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.
"Perang terhadap narkoba dan praktik ilegal di lingkungan pemasyarakatan bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang dijalankan secara nyata dan berkelanjutan," ujar Bagus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....