Kanwil Kemenkum Sulteng Jemput Bola Layanan Hak Cipta di Unismuh Palu
- 05 Mei 2026 18:53 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu — Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah melakukan langkah proaktif dengan menghadirkan layanan Kekayaan Intelektual on the spot di lingkungan Universitas Muhammadiyah Palu, Selasa 5 Mei 2026 siang. Kegiatan ini bertujuan untuk mempermudah civitas akademika dalam mendaftarkan hak cipta atas berbagai karya intelektual seperti jurnal ilmiah, buku ajar, hingga program komputer.
Langkah jemput bola ini dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, guna memastikan perlindungan hukum bagi karya-karya intelektual di perguruan tinggi meningkat signifikan. Kehadiran tim ahli di lokasi memungkinkan para dosen dan mahasiswa mendapatkan pendampingan teknis secara langsung dalam proses pengunggahan dokumen pendaftaran.
“Layanan Kekayaan Intelektual tidak boleh bersifat pasif, sehingga kami hadir langsung untuk memastikan setiap karya mendapatkan perlindungan hukum yang layak. Upaya ini merupakan komitmen kami dalam mendorong peningkatan jumlah pencatatan Hak Cipta di Sulawesi Tengah,” ucap Rakhmat Renaldy dalam keterangannya.
Kakanwil juga menekankan pentingnya optimalisasi peran Sentra Kekayaan Intelektual atau KI yang ada di dalam kampus sebagai garda terdepan pendampingan. Kolaborasi yang kuat antar lembaga ini diharapkan mampu menjadikan proses verifikasi awal lebih cepat dan menghasilkan pendaftaran yang berkualitas secara hukum.
Dalam koordinasi tersebut, pihak universitas didorong untuk segera mendata karya-karya unggulan dari seluruh fakultas yang belum memiliki perlindungan hak cipta resmi. Selain pendaftaran mandiri, Kanwil Kemenkum Sulteng juga menyiapkan skema helpdesk konsultasi bagi mereka yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai perlindungan merek dan paten.
“Kami mendorong kolaborasi kuat di mana Sentra KI kampus menjadi motor penggerak verifikasi awal dan pendampingan bagi para pemohon. Sinergi ini akan memastikan proses pendaftaran menjadi lebih cepat, tepat, dan memiliki nilai tambah bagi kemajuan daerah,” tambahnya.
Kegiatan ini menyepakati penguatan infrastruktur digital di lingkungan kampus guna mendukung kelancaran proses pendaftaran yang kini berbasis elektronik. Dengan perlindungan hukum yang kuat, diharapkan karya intelektual akademisi di Sulawesi Tengah tidak hanya memiliki nilai akademis, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata di era digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....