Tavanjuka Market Resmi Beroperasi Jadi Pusat Ekonomi Baru di Palu
- 15 Apr 2026 13:32 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Pemerintah Kota Palu resmi mengoperasikan kembali Pasar Tavanjuka dengan konsep pasar modern atau Tavanjuka Market pada Rabu, 15 April 2026. Peresmian pasar yang telah direvitalisasi sejak Juni 2025 ini ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin.
Sebelum prosesi peresmian, Wakil Wali Kota didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagind) Kota Palu, Irmawati Alkaf, melakukan peninjauan ke seluruh area tenant. Peninjauan ini melibatkan sejumlah pejabat terkait serta camat dan lurah setempat guna memastikan seluruh fasilitas pasar berfungsi dengan baik.
“Hari ini Tavanjuka Market resmi beroperasi sebagai upaya kita dalam mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Kota Palu,” ujar Imelda.
Wakil Wali Kota menyatakan bahwa transformasi pasar ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi para pedagang maupun pembeli di wilayah tersebut. Selain bangunan yang lebih megah, pasar ini juga telah mengadopsi sistem transaksi digital QRIS untuk mempermudah layanan publik.
“Pasar ini sudah modern karena memakai sistem pembayaran nontunai yang difasilitasi oleh pihak bank BTN,” ucapnya.
Imelda menjelaskan peningkatan fasilitas ini merupakan langkah pemerintah dalam menghadirkan pelayanan pasar tradisional yang setara dengan pasar modern di kota-kota besar. Ia berharap kolaborasi antara pasar tradisional dan UMKM lokal dapat meningkatkan daya tarik masyarakat untuk kembali berbelanja di pasar.
“Semua ini kita lakukan agar masyarakat lebih nyaman dan pelayanan kepada warga Kota Palu semakin meningkat,” ucapnya.
Pemerintah Kota Palu juga memberikan imbauan tegas kepada para pedagang untuk senantiasa menjaga kebersihan serta ketertiban di lingkungan pasar. Ketertiban para pemilik tenant dianggap menjadi kunci utama agar suasana pasar tetap kondusif, bersih, dan menarik bagi pengunjung.
“Pedagang yang masih berjualan di luar akan kita tertibkan masuk ke dalam sehingga semuanya bisa bersatu dalam lingkungan yang tertib,” tuturnya menegaskan.
Rencana revitalisasi pasar serupa juga akan terus dikembangkan pemerintah kota pada pasar-pasar lainnya, termasuk rencana renovasi Pasar Inpres ke depannya. Namun hal itu akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran daerah guna memastikan seluruh pusat perbelanjaan di Palu memiliki standar pelayanan yang baik.
“Insya Allah semuanya kita lakukan sebaik mungkin agar masyarakat semakin nyaman datang ke pasar yang bersih dan tertata,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Disperdagind Kota Palu, Irmawati Alkaf, mengungkapkan antusiasme pedagang untuk mengisi Tavanjuka Market sangat tinggi dengan total kapasitas 189 lapak. Saat ini seluruh kuota yang tersedia telah terisi penuh oleh para pedagang yang mendaftar secara resmi.
“Berdasarkan catatan kami, sudah ada seratus delapan puluh sembilan pedagang yang mendaftar dan kuotanya sudah seratus persen terpenuhi,” ucapnya.
Terkait masih adanya beberapa stan yang terlihat kosong, ia menyebut akan memberikan peringatan tegas bagi pemilik lapak untuk segera mulai beroperasi. Pemerintah tidak segan-segan mengganti pendaftar dengan pedagang lain jika lapak yang telah diberikan tidak segera ditempati.
“Jika mereka tidak segera masuk, maka posisinya akan kami ganti dengan pendaftar lain yang saat ini masih banyak mengantre,” ucapnya.
Mengenai biaya sewa, Irmawati memastikan besaran retribusi telah diatur secara transparan melalui Peraturan Daerah (Perda) dengan harga yang sangat terjangkau. Biaya bulanan yang dibebankan kepada pedagang hanya berkisar antara Rp62 ribu hingga Rp185 ribu.
Pemerintah berharap dengan fasilitas modern, Tavanjuka Market dapat menjadi percontohan pasar tradisional yang bersih dan tertata. Revitalisasi ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Palu dalam meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....