SPM Pendidikan Donggala Tunjukkan Tren Positif, Langkahi Lima Daerah di Sulteng

  • 23 Mar 2026 18:55 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Donggala – Rapor Pendidikan Kabupaten Donggala terus menunjukkan tren positif. Hal itu tercermin dari capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) tahun 2025 yang meningkat dan kini menempati posisi kedelapan dari 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.

Berdasarkan hasil Rapor Pendidikan yang dirilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), SPM Kabupaten Donggala pada 2025 mencapai 63,58 dengan kategori Tuntas Muda.

Capaian tersebut mengalami peningkatan sebesar 4,02 poin dibandingkan tahun 2024 yang hanya berada di angka 59,56 dengan kategori Belum Tuntas dan menempati posisi ke-13 di Sulawesi Tengah.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Donggala Ansyar Sutiadi mengatakan, peningkatan ini menunjukkan adanya perbaikan pada pelbagai indikator penilaian, termasuk kemampuan literasi dan numerasi peserta didik di satuan pendidikan.

“Alhamdulillah rapor pendidikan kita, SPM kita sekarang peringkat delapan dari sebelumnya 13. Ini jadi kebanggaan kita, artinya numerisasi anak-anak (peserta didik) sudah bagus, literasinya juga. Intinya iklim di sekolah sudah membaik,” kata Ansyar saat ditemui pada kegiatan Halalbihalal di rumah dinasnya, Jalan Pelabuhan, Banawa, Donggala, Senin, 23 Maret 2026.

Meski demikian, Ansyar menegaskan pihaknya akan terus berupaya meningkatkan capaian tersebut agar daerah ini dapat menembus tiga besar di Sulawesi Tengah. Target tersebut, kata dia, merupakan arahan langsung dari Bupati Donggala Vera Elena Laruni kepada dirinya.

Dia bilang untuk mencapai target itu, pihaknya telah menyiapkan sejumlah program. Salah satunya melalui penguatan validitas Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di seluruh satuan pendidikan.

Menurut Ansyar, Dapodik merupakan sistem pendataan utama yang terintegrasi dengan Kemendikdasmen dan menjadi acuan dalam perencanaan pelbagai program peningkatan mutu pendidikan.

Selain itu, lanjutnya, Disdikpora juga akan melakukan asesmen terhadap tenaga pendidik hingga kepala sekolah guna mengukur kompetensi serta memastikan kualitas kepemimpinan di setiap satuan pendidikan.

“Kita mulai dari kepala-kepala sekolah yang hari ini masih kosong dan dijabat oleh Plt (Pelaksana Tugas) dan juga kepala-kepala sekolah yang masa jabatannya sudah selesai. Kita akan gantikan dengan yang berkompeten nantinya,” ujarnya.

Langkah lainnya yakni pemerataan distribusi tenaga pendidik. Ia menilai, masih terdapat guru yang mengajar jauh dari tempat tinggalnya, sehingga dinilai berdampak pada efektivitas proses pembelajaran.

“Kami sudah siapkan link agar secepatnya diisi oleh kepala sekolah dan guru agar kita bisa memetakan di mana tempat tinggalnya, di mana tempat mengajarnya. Karena ini kan mengatur berapa ribu guru. Nah, makanya sementara kami lakukan pemetaannya melalui link yang sudah kita kirim ke sekolah,” terangnya.

Di sisi lain, Disdikpora Donggala juga mendorong percepatan digitalisasi pendidikan, baik dalam aspek kepegawaian maupun pembelajaran. Digitalisasi ini diharapkan dapat mempermudah pelayanan administrasi bagi guru, khususnya yang berada di wilayah terpencil dan jauh dari pusat pemerintahan.

Sebagai contoh, ia menyebutkan guru yang bertugas di Kecamatan Sojol Utara harus menempuh perjalanan hingga enam jam untuk mengurus administrasi ke pusat pemerintahan di Kecamatan Banawa.

"Coba bayangkan (guru) di Sojol Utara itu enam jam perjalanan ke Banawa. Sampai di sini pelayanan masih padat, yang mengurus kadang-kadang juga ada kendala. Jadinya dia harus nginap lagi satu malam. Nginap lagi besok malam. Berapa hari itu yang rugi, jam mengajar dan berapa finansial yang harus habis," tuturnya.

Melalui berbagai langkah tersebut, Ansyar optimistis kualitas pendidikan di Kabupaten Donggala akan terus meningkat dan mampu bersaing dengan daerah lain di Sulawesi Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....