Donggala Hibahkan Lahan untuk Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi

  • 30 Jul 2026 11:47 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Donggala – Pemerintah Kabupaten Donggala resmi menghibahkan lahan untuk pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Penandatanganan Berita Acara Hibah Tanah dilakukan oleh Bupati Donggala Vera Elena Laruni bersama Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti di Tangerang, Rabu, 30 Juli 2026.

Penandatanganan hibah tersebut menjadi tahapan penting dalam percepatan pembangunan SNT di Kabupaten Donggala. Daerah ini merupakan satu-satunya kabupaten/kota di Sulawesi Tengah yang ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan Program Sekolah Nasional Terintegrasi, sekaligus menjadi satu dari 17 daerah di Indonesia yang dipercaya mengimplementasikan program tersebut pada tahap awal.

Bupati Donggala Vera Elena Laruni dalam keterangannya yang diterima di Banawa, mengatakan bahwa penandatanganan hibah tanah tersebut menjadi momentum bersejarah bagi Kabupaten Donggala dalam mempercepat peningkatan mutu pendidikan.

“Hari ini adalah tinta emas sejarah bagi Kabupaten Donggala dalam akselerasi peningkatan mutu pendidikan dan memberikan kesempatan kepada anak-anak Donggala menikmati fasilitas sekolah berstandar internasional yang gratis bagi masyarakat,” kata Vera.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 20 hektare di Dusun Lapaloang, Kecamatan Banawa, sebagai lokasi pembangunan sekolah permanen. Pada tahap awal, sekitar 10 hektare lahan dihibahkan kepada pemerintah pusat untuk memulai proses pembangunan.

Menurut Vera, SNT akan dilengkapi berbagai fasilitas pendidikan dan olahraga bertaraf internasional, seperti laboratorium, perpustakaan, lapangan olahraga, hingga sarana penunjang pembelajaran lainnya. Pembangunan fisik sekolah dijadwalkan dimulai pada akhir 2026.

Ia menambahkan, salah satu keunggulan SNT terletak pada sistem rekrutmen tenaga pendidik yang dilakukan secara nasional sehingga kualitas guru telah melalui proses seleksi yang ketat.

“Semua tenaga pendidiknya diseleksi di tingkat nasional sehingga kualitasnya benar-benar terukur,” ujarnya.

Selain didukung tenaga pendidik berkualitas, peserta didik juga akan memperoleh fasilitas pembelajaran berbasis teknologi, termasuk laptop untuk menunjang proses belajar. Kurikulum yang diterapkan pun berstandar internasional dengan penguatan kemampuan bahasa asing.

“Setiap siswa nantinya akan difasilitasi laptop untuk mendukung pembelajaran. Selain bahasa Inggris sebagai penguatan utama, siswa juga memiliki pilihan mempelajari bahasa asing,” kata Vera.

Sementara menunggu pembangunan gedung permanen selesai, Pemerintah Kabupaten Donggala memastikan kegiatan belajar mengajar tetap dimulai pada Tahun Ajaran 2026/2027 dengan memanfaatkan Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mahvali di Kelurahan Gunung Bale, Kecamatan Banawa, sebagai lokasi transisi. Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal menghadirkan layanan pendidikan berstandar internasional yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat Donggala.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....