Lebaran 2026 Berbeda, MUI Palu Ajak Saling Menghormati
- 19 Mar 2026 20:08 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Prof. Zainal Abidin berharap masyarakat dapat menerima perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriyah. Menurutnya, perbedeaan tersebut merupakan hal yang wajar, mengingat metode ijtihad yang beragam.
Kementerian Agama RI dalam sidang Isbat menetapkan Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026. Sementara itu, Muhammadiyah akan melaksanakan lebaran lebih dulu, Jumat 20 Maret 2026.
"Saya kira perbedaan ini tidak usah dipersoalkan oleh kita. Kita tinggal memilih salah satunya. Pilihan itu sah dan dihargai," ucap Prof. Zainal Abidin dalam program Pro 1 RRI Palu "Palu Menyapa: Mewujudkan Lebaran Aman dan Bahagia", Kamis 19 Maret 2026.
Ditambahkan, dalam metode rukyat yang disepakati oleh beberapa negara Asia Tenggara yang dikenal dengan MABIMS (Malaysia, Brunei, Indonesia dan Singapur), terdapat beberapa kritera yang harus dipenuhi untuk menetapkan awal bulan syawal. Kriteria tersebut adalah ketinggian 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
"Berdasarkan kesepakatan itulah hari ini diperkirakan bahwa itu tidak akan dapat dicapai,"tuturnya.
Prof Zainal pun mengajak umat Islam untuk menjaga persatuan dan tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber perpecahan. Dirinya optimis perayaan lebaran tahun ini tetap berjalan aman dan penuh kebahagiaan, meski terdapat perbedaan waktu pelaksanaan salat id.
"Saya optimis dengan perbedaan ini tidak akan terjadi gesekan seperti yang kita khawatirkan," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....