Lapas Luwuk Perkuat Sinergi Pembinaan Bioflok bagi Warga Binaan

  • 25 Feb 2026 18:49 WIB
  •  Palu

RRI.DO.ID, Luwuk: Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Luwuk terus memperkuat sinergi lintas sektor, guna meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan, Selasa, 24 Februari 2026. Mereka melakukan koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banggai terkait kelanjutan proposal budidaya ikan air tawar sistem bioflok, serta pengembangan pelatihan berbasis kompetensi.

Kunjungan tersebut disambut langsung Kepala Disnakertrans Kabupaten Banggai, Ernaini Mustatim, dalam suasana kolaboratif. Pembahasan difokuskan pada perencanaan pelatihan intensif pembuatan bioflok, guna memastikan Warga Binaan memiliki keterampilan teknis dalam pengelolaan budidaya mandiri.

Disnakertrans memberikan sejumlah masukan strategis, di antaranya pentingnya penyusunan anggaran yang realistis dan terperinci serta penerapan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK). Pendekatan ini, diharapkan mampu menghasilkan output yang terukur dan sertifikasi kompetensi bagi Warga Binaan setelah bebas.

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, menyebut program ini merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam menghadirkan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Pihaknya berkomitmen memberikan pembinaan yang benar-benar membekali Warga Binaan dengan keterampilan aplikatif.

"Program bioflok ini kami harapkan menjadi unggulan pembinaan kemandirian, sekaligus membuka peluang usaha setelah mereka kembali ke masyarakat,” kata Bahrun.

Sementara Kepala Disnakertrans Kabupaten Banggai, Ernaini Mustatim menyampaikan dukungan penuh terhadap program pembinaan yang digagas Lapas Luwuk. Inisiatif ini, katanya, merupakan langkah konkret dalam membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif.

"Pelatihan berbasis kompetensi sangat penting agar hasilnya terukur dan memberikan nilai tambah,” ujar Ernaini.

Disnakertrans juga memfasilitasi komunikasi awal dengan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banggai, Ferlin Monggesang, guna mendukung penyiapan mentor teknis budidaya ikan air tawar. Langkah ini menjadi strategis, mengingat pada tahun 2026 keterlibatan Disnakertrans terbatas pada tiga pelatihan prioritas.

Apresiasi turut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan. Ia menegaskan, sinergi lintas sektor seperti ini sangat penting dalam menghadirkan pembinaan yang berdampak nyata.

"Kami mendukung penuh program berbasis kompetensi dan pemberdayaan ekonomi yang dikembangkan Lapas Luwuk,” ucapnya.

Langkah ini merupakan bagian dari implementasi nilai PRIMA (Profesional, Responsif, Inovatif, Modern, dan Akuntabel) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Melalui sinergi yang terbangun, Lapas Luwuk optimistis program budidaya ikan sistem bioflok dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan. (NK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....