GAPKI Sulawesi Perkuat Perlindungan Pekerja Perempuan Sawit
- 12 Feb 2026 11:00 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Sebagai bentuk komitmen untuk pekerja perempuan yang terjun di industri kelapa sawit, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) Sulawesi menggelar pertemuan pemangku kepentingan dan lokakarya perlindungan pekerja perempuan sawit di Sulawesi, Rabu 11 Februari 2026 di Hotel Santika. Pertemuan bertajuk "Sulawesi Bergerak : Bersama Sawit Ramah Pekerja Perempuan" tersebut digelar dengan menghadirkan berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, unsur Forkompimda, hingga organisasi masyarakat.
Ketua GAPKI Sulawesi Dony Yoga Perdana dalam sambutannya menyebut, sebanyak 10,68% tenaga kerja di sektor sawit wilayah Sulawesi merupakan perempuan yang menempati berbagai posisi kerja. Oleh karenanya, pembahasan terkait perlindungan dan pemenuhan hak-hak pekerja perempuan dinilai krusial.
"Pembahasan terkait hak-hak pekerja perempuan di industri kelapa sawit menjadi krusial dan sangat penting, di antaranya mencakup jam kerja, K3, fasilitas kesehatan, hak materniti, jaminan sosial, status kerja dan pengupahan," ucap Dony.
Bersama sejumlah lembaga seperti International Labour Organization (ILO), GAPKI turut mempromosikan perlindungan pekerja perempuan melalui berbagai inisiatif. Salah satunya melalui penyusunan panduan praktir perlindungan pekerja perempuan di perkebunan sawit, yang diluncurkan pada tahun 2021 lalu.
"Paduan ini menjadi langkah awal untuk mendorong pemenuhan hak perempuan, sesuai dengan standar nasional dan internasional," tuturnya.
Ditambahkan, panduan praktis tersebut perlu disosialisasikan secara lebih luas kepada seluruh perusahaan yang berada di bawah naungan GAPKI. Penerapannya juga terus didorong agar setiap perusahaan mampu memenuhi ketentuan dan norma perlindungan terhadap pekerja perempuan di industri kelapa sawit.
“Kita harus terus menyosialisasikan panduan praktis ini agar perusahaan-perusahaan di bawah naungan GAPKI dapat memenuhi ketentuan normatif dalam melindungi pekerja perempuan,” ujar Dony.
Dengan semakin banyaknya perempuan yang terlibat dalam industri kelapa sawit ini, Dony mengungkapkan penguatan kapasitas perempuan pekerja semakin penting. Untuk itu dengan hadirnya kegiatan ini, diharapkan perusahaan, pemerintah daerah, serta organisasi masyarakat sipil dapat memperkuat komitmen untuk meningkatkan kualitas perlindungan bagi pekerja perempuan di perkebunan sawit.
"Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, tercipta komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas perlindungan bagi pekerja perempuan di perkebunan sawit Sulawesi serta mendorong terciptanya lingkungan kerja yang manusiawi, adil dan berkelanjutan," kata Dony.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....