DP3A Palu Gencarkan Kampanye Tolak Pernikahan Usia Dini

  • 09 Feb 2026 15:39 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Palu melakukan berbagai langkah strategis untuk menekan angka pernikahan usia dini di kota ini. Salah satu inisiatif yang dilakukan yakni Kampanye Stop Pernikahan Anak yang digelar di Lapangan Vatulemo, Minggu 8 Februari 2026.

Kegiatan tersebut melibatkan Forum Anak Nosarara Kota Palu, pegawai DP3A Palu, dan kelompok Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PTABM) dengan menyampaikan pesan edukatif melalui spanduk dan poster sambil mengelilingi area Car Free Day. Selain itu, Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliyana Muhidin turut hadir untuk mendukung kegiatan positif ini. 

Kepala Dinas P3A Kota Palu, dr. Royke Abraham, menyebut upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak negatif pernikahan anak. Praktik tersebut dinilai sangat berisiko memicu masalah kesehatan seperti stunting hingga potensi terjadinya kekerasan dalam rumah tangga.

"Kami melakukan kampanye ini sebagai upaya pencegahan pernikahan usia dini yang berdampak pada pertumbuhan anak, di mana anak beresiko stunting dan gizi buruk, serta potensi lain seperti terjadinya kekerasan pada ibu dan anak," ucap dr. Royke saat ditemui seusai kegiatan.

Baca Juga: LPKA Palu Bersama DP3A Palu Perkuat Pembinaan Anak

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Palu untuk mewujudkan Kota Layak Anak, salah satunya dengan menekan angka pernikahan usia dini. Untuk itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat, termasuk dengan melibatkan Ketua Dewan Adat Kota Palu sebagai bagian dari pendekatan sosial dan budaya dalam upaya pencegahan pernikahan anak. 

"Sosialisasi dan kampanye kami lakukan dalam segala aspek kehidupan masyarakat agar pesan pencegahan pernikahan anak dapat tersampaikan dengan baik," ujarnya.

dr. Royke juga mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anak dapat menjalani masa remaja dengan kegiatan positif, serta memberikan pendampingan dan pengawasan yang optimal. Hal tersebut penting agar anak dapat terhindar dari pergaulan bebas dan risiko pernikahan dini.

"Kami mengimbau masyarakat agar bertanggung jawab memastikan anak melewati masa-masa remaja dengan kegiatan positif dan menjaga anak dari pergaulan bebas," kata dr. Royke.   

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....