Sulteng Siap Cetak Dokter Spesialis Melalui FK Untad

  • 09 Feb 2026 12:21 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, mengikuti rapat koordinasi terkait persiapan pembukaan dan penerimaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (Untad), Senin 9 Februari 2026. Rapat berlangsung secara daring dan diikuti dari ruang kerja Wakil Gubernur.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor Universitas Tadulako, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Dekan Fakultas Kedokteran Untad, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, serta perwakilan pemerintah kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah.

Dalam arahannya, Wakil Gubernur Reny menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk mendukung pembukaan tiga program studi spesialis, yaitu Penyakit Dalam, Bedah, serta Obstetri dan Ginekologi. Program tersebut akan dikelola Fakultas Kedokteran Untad bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Rektor Untad, jajaran fakultas kedokteran, serta seluruh pihak yang telah mengupayakan pendirian PPDS sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah 100 persen mendukung pembukaan PPDS ini. Kami siap dari sisi sarana prasarana, termasuk dukungan anggaran yang dibutuhkan baik oleh fakultas maupun rumah sakit pendidikan,” tegasnya.

Wagub juga menjelaskan bahwa Rumah Sakit Undata akan dipersiapkan sebagai rumah sakit pendidikan pertama. Pembenahan sarana dan prasarana terus dilakukan guna mempercepat proses akreditasi sehingga mampu mendukung pelaksanaan pendidikan dokter spesialis secara optimal.

Terkait pembiayaan peserta PPDS, Reny menyebut Pemprov Sulteng telah memiliki program beasiswa Berani Cerdas yang selama ini berjalan melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Hasanuddin. Skema pembiayaan, menurutnya, akan dibahas lebih lanjut agar efektif dan tepat sasaran, termasuk pengaturan masa studi maksimal delapan semester.

Lebih jauh, Wakil Gubernur menekankan bahwa pembukaan PPDS sangat penting untuk menjawab kekurangan dokter spesialis di berbagai kabupaten dan kota, terutama di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

“Kita ingin pemenuhan dokter spesialis ini benar-benar menjawab kebutuhan daerah, khususnya di wilayah yang masih kekurangan tenaga kesehatan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya seleksi peserta yang tidak hanya mempertimbangkan kemampuan akademik, tetapi juga komitmen pengabdian di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan.

Pembukaan PPDS Fakultas Kedokteran Untad diharapkan menjadi tonggak penting bagi kemandirian Sulawesi Tengah dalam mencetak dokter spesialis sekaligus memperkuat pemerataan layanan kesehatan hingga ke pelosok daerah.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....