Keterbatasan Armada dan Medan Sulit Kendala Pemadaman Karhutla di Parimo
- 05 Feb 2026 09:06 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan di Kabupaten Parigi Moutong masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong mencatat, hingga Kamis, 4 Februari 2026, titik api baru kembali muncul di Dusun I, II, dan III Desa Avolua akibat angin kencang.
Bupati Parigi Moutong Erwin Burase menyebut, keterbatasan armada dan kondisi medan yang sulit menjadi kendala utama pemadaman api. Saat ini, hanya ada dua mobil unit pemadam kebakaran yang dapat dikerahkan untuk memadamkan api di lokasi tersebut.
"Kami sudah menurunkan tim meski dengan keterbatasan armada dengan dua unit mobil pemadam, namun lokasi medan yang ditempuh sangat sulit karena berada di atas gunung," ujar Erwin saat ditemui seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT. Bank Sulteng Tahun Buku 2025 & Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Bank Sulteng Tahun 2026.
Selain faktor geografis, arah angin yang tidak menentu mempercepat penyebaran api ke area baru. Pemerintah daerah kini memperketat pemantauan di seluruh wilayah rawan guna mencegah dampak yang lebih luas.
Baca Juga: Empat Puluh Lebih Hektare Lahan di Desa Avolua Parimo Hangus Terbakar
"Arah angin juga menjadi salah satu faktor area Karhutla meluas, sehingga seluruh wilayah kini dalam pemantauan," ucapnya.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus menjalin koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengatasi permasalahan Karhutla dan kekeringan yang melanda. Salah satu langkah yang diupayakan adalah mengadakan Forum Pencegahan yang akan digelar pada Senin 9 Februari 2026.
Forum tersebut bertujuan merumuskan langkah antisipasi bencana di tengah cuaca panas ekstrem. Erwin mengungkapkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat akan dilibatkan dlam pertemuan tersebut.
"Kami berecana unutk membuat Forum Pencegahan dan telah mengundang pihak terkait, sebagai antisipasi bencana kebakaran yang masih mengkhawatirkan," kata Erwin mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....