Mahasiswa Untad Nyalakan Lentera Pendidikan di Pedalaman Sigi
- 10 Jun 2026 12:22 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Kepedulian terhadap akses pendidikan di daerah terpencil mendorong sejumlah mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) melakukan aksi nyata melalui program pengabdian masyarakat di Desa Fonggo, Kabupaten Sigi. Program tersebut bertujuan membantu meningkatkan kemampuan literasi dasar anak-anak yang masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan formal.
Salah satu mahasiswa yang terlibat, Indah Padati dari Program Studi Antropologi Untad, mengatakan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut untuk belajar di ruang kelas, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
"Kami merasa terpanggil karena sejatinya ilmu yang kami dapatkan di bangku kuliah harus berdampak langsung pada masyarakat," ujar Indah.
Program pengabdian tersebut dilaksanakan di Desa Fonggo yang berada di kawasan pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kondisi geografis yang cukup terpencil membuat akses terhadap layanan pendidikan masih menjadi tantangan bagi masyarakat setempat.
Untuk membantu mengatasi persoalan tersebut, para mahasiswa mendirikan sekolah sederhana dengan fasilitas yang terbatas. Melalui kegiatan belajar mengajar, mereka memberikan pembelajaran dasar berupa membaca, menulis, dan berhitung (calistung) kepada anak-anak desa.
Menurutnya, penguasaan kemampuan dasar tersebut sangat penting sebagai bekal bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan dan memahami kehidupan bermasyarakat.
"Penting bagi anak-anak di Fonggo sana untuk mengerti apa yang namanya berhitung, membaca, dan mengenal negaranya sendiri," katanya.
Selain materi calistung, mahasiswa juga memperkenalkan pengetahuan dasar tentang Indonesia guna menumbuhkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme sejak usia dini. Pembelajaran dilakukan secara interaktif agar anak-anak lebih mudah memahami materi yang diberikan.
Pelaksanaan program ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Keterbatasan infrastruktur masih menjadi kendala yang dihadapi masyarakat Desa Fonggo. Bahkan, warga setempat harus menarik kabel listrik secara mandiri dari kampung bawah yang berjarak cukup jauh untuk memenuhi kebutuhan penerangan sehari-hari.
Meski demikian, semangat mahasiswa dan masyarakat tidak surut. Program pengabdian ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendukung pemerataan pendidikan di wilayah Kabupaten Sigi, khususnya bagi anak-anak yang tinggal di daerah terpencil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....