Empat Puluh Lebih Hektare Lahan di Desa Avolua Parimo Hangus Terbakar

  • 03 Feb 2026 19:41 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Parimo - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong sejak Minggu 1 Februari 2026, masih menjadi perhatian serius. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Parigi Moutong bersama tim gabungan terus berjibaku memadamkan api serta memastikan api tidak meluas ke area pemukiman warga.

Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Parigi Moutong selama tiga hari pascakejadian, diperkirakan luas lahan yang terbakar dan terdampak mencapai sekitar 42 hektare. Wilayah terdampak didominasi kawasan perbukitan dan hutan dengan kondisi vegetasi yang relatif kering.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong Muhammad Rifai menyebut, hingga Selasa, 3 Februari 2026, terpantau masih ada api yang menyala di sejumlah titik, terutama di kawasan perbukitan dan hutan. Adapun sebagian area lainnya telah berhasil dikendalikan. 

Baca Juga: BPBD Parimo Tambah Dukungan Armada Karhutla

"Kami perkirakan masih ada titik api di balik gunung, meski secara kasatmata hanya terlihat asap," ujar Rifai saat dikonfirmasi melalui telepon.

Tim pemadam kebakaran (Damkar) Parigi Moutong terus melakukan penyiraman di lokasi terdampak sebagai upaya pendinginan guna mencegah munculnya titik api baru. Koordinasi dengan berbagai instansi terkait juga terus diperkuat, agar proses pemadaman dan lokalisir api dapat berjalan lebih efektif.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Palu, wilayah terdampak masih berpotensi mengalami kondisi panas dengan angin cukup kencang. Kondisi tersebut dapat memicu munculnya titik api baru dan penyebaran cepat. 

Baca Juga: BPBD Parimo Dirikan Posko Penanganan Karhutla

"Kami mengantisipasi kondisi cuaca kering dan panas serta angin kencang yang dapat memicu api kembali dan merembes ke area lain, untuk itu kami tetap siaga," tutur Rifai. 

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, BPBD Parigi Moutong bersama BPBD Provinsi Sulawesi Tengah membangun posko penanganan di Desa Telawa, yang didasarkan pada pertimbangan akses dan kondisi lapangan. Keberadaan posko tersebut diharapkan mempermudah mobilisasi personel serta menjangkau lokasi terdampak Karhutla dengan lebih cepat.

BPBD Kabupaten Parigi Moutong juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan. Selain itu masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada aparat desa atau petugas berwenang apabila menemukan titik api baru di lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....