Dinkes Parimo Terjunkan Tim ke Wilayah Karhutla

  • 03 Feb 2026 20:15 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Parimo - Kebakran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Desa Avolua sejak Minggu 1 Februari 2026 meluas. Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Parigi Moutong selama tiga hari pascakejadian, diperkirakan luas lahan yang terbakar dan terdampak mencapai sekitar 42 hektar.

Kepala Dinas Kesehatan Parigi Moutong, Darlin mengungkapkan meluasnya titik kebakaran menimbulkan resiko besar bagi kesehatan masyarakat, khususnya penyakit yang berkaitan dengan saluran pernapasan akibat menghirup asap dalam jangka waktu tertentu. Tim medis telah ditugaskan untuk melakukan pemantauan langsung di lapangan termasuk memberikan pelayanan kesehatan dasar, pemeriksaan kondisi warga serta edukasi agar masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah saat kualitas udara menurun.

"Kami telah mengerahkan tim untuk melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap masyarkat Desa Avolua yang berkaitan dengan kebugaran yang berpotensi terdampak akibat kebakaran yang terjadi," ujar Darlin saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa 3 Februari 2026.

Baca Juga: Puluhan Hektar Lahan Desa Avolua Parimo Sulteng Terbakar

Dari hasil pantauan sementara, belum ditemukan kasus yang memerlukan penanganan khusus. Meski demikian, beberapa masyarakat mengeluhkan pusing akibat kejadian tersebut. 

"Beberapa masyarakat mengeluhkan pusing, namun belum ada yang perlu penanganan khusus dan dilarikan ke rumah sakit," ucapnya.

Baca Juga: BPBD Parimo Dirikan Posko Penanganan Karhutla

Mengantisipasi dampak Karhutla terhadap kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan Parigi Moutong telah menginstruksikan seluruh Puskesmas di wilayah terdampak untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menangani potensi lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. 

Darlin juga menghimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta menjaga daya tahan tubuh. Masyarakat juga diminta untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak nafas atau iritasi akibat asap kebakaran.

"Kami juga bisa dihubungi melalui call center apabila pasien di rumah tidak mampu menjangkau fasilitas kesehatan terdekat, tim puskesmas sudah siap untuk terjun langsung melakukan pemeriksaan," kata Darlin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....