Puluhan Hektar Lahan Desa Avolua Parimo Sulteng Terbakar
- 02 Feb 2026 17:19 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Parimo - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Kabupaten Parigi Moutong, tepatnya di Desa Avolua. Kebakaran tersebut menjadi kasus karhutla kedua yang terjadi pada Senin, 2 Februari 2026.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong Muhammad Rifai menyebut, kebakaran tersebut dipicu oleh aktivitas pembakaaran lahan, serta diperparah olah angin kencang yang membuat api cepat melebar. Dari asesmen awal yang telah dilakukan, diperkirakan seluas 20 hektar terdampak akibat kebakaran tersebut.
"Apinya semakin membesar disebakan angin kencang, kami perkirakan 20 hektar lahan terbakar," ujar Rifai saat dikonfirmasi melalui telepon pada Senin, 2 Februari 2026.
Akibat dari kebakaran tersebut, kebun milik masyarakat di sekitar bukit seperti kebun cengkeh dan pala ikut terbakar. Rifai mengakui, medan yang berada di atas bukit menyebabkan api sulit dipadamkan oleh petugas.
Baca Juga: Pemda Parimo Diharapkan Waspada Karhutla
"Kalau untuk di lahan, kami bisa padamkan. Tetapi karena lokasinya di atas gunung, medannya tidak bisa dijangkau oleh pemadam, sehingga kami mengawasi agar tidak mendekati pemukiman," tuturnya.
Menyikapi kasus karhutla yang marak terjadi di sejumlah wilayah, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong telah menetapkan status siaga Karhutla dan Kekeringan selama satu bulan, terhitung sejak 30 Januari hingga 28 Februari 2026. BPBD Parigi Moutong juga terus berkoordinasi dengan lintas sektor untuk mengantisipasi potensi karhutla selama masa status siaga berlangsung.
Rifai mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.Ia juga mengingatkan agar tidak membuang puntung rokok secara sembarangan, karena api dapat merembet dengan cepat ke area-area yang kering.
"Kami mengimbau agar masyarakat tidak membuka lahan perkebunan dengan cara membakar, baik di lahan mereka sendiri maupun di hutan, serta tidak membakar sampah maupun membuang rokok secara sembarangan," kata Rifai mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....