BP3MI Sulawesi Tengah Lampaui Target Pelayanan Selama 2025

  • 05 Jan 2026 15:51 WIB
  •  Palu

KBRN, Palu: Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah mencatat capaian kinerja signifikan sepanjang Tahun 2025. Capaian tersebut meliputi pelayanan penempatan, perlindungan, pemberdayaan, serta penguatan tata kelola kelembagaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang telah melampaui dari target yang sebelumnya telah ditetapkan.

Sepanjang Tahun 2025, BP3MI Sulawesi Tengah bersama Menteri perlindungan Pekerja Migran Indonesia menargetkan pelayanan verifikasi dokumen dan Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP) bagi 60 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) perseorangan. Dalam pelaksanaannya, BP3MI Sulawesi Tengah berhasil melampaui target dengan memfasilitasi 92 orang CPMI selama tahun 2025.

Dari jumlah total CPMI tersebut, tersebar ke sejumlah negara tujuan penempatan. Negara tujuan meliputi Jepang sebanyak 40 orang, Singapura 33 orang, Malaysia 13 orang, Mozambik 2 orang, serta masing-masing satu orang ke Oman, Bahrain, Brunei Darussalam, dan Arab Saudi.

Pada aspek perlindungan, BP3MI Sulawesi Tengah menargetkan penanganan permasalahan PMI sebesar 100 persen. Target ini direalisasikan melalui fasilitasi kepulangan terhadap 62 orang WNI atau PMI bermasalah dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah.

Fasilitasi tersebut mencakup pemulangan PMI bermasalah, pencegahan keberangkatan CPMI nonprosedural, pemulangan anak PMI, serta pemulangan jenazah PMI. Daerah asal PMI antara lain Kota Palu, Donggala, Sigi, Parigi Moutong, Poso, Tojo Una-Una, Morowali, Morowali Utara, Banggai, Banggai Kepulauan, Buol, dan Tolitoli.

Baca Juga: Dipenghujung 2025 Gubernur Sulteng Lantik Puluhan Pejabat Eselon Dua

Selain itu, selama Tahun 2025 BP3MI Sulawesi Tengah juga menerima 25 pengaduan PMI nonprosedural. Sebanyak 13 kasus telah diselesaikan, sementara 12 kasus lainnya masih dalam proses penanganan karena kelengkapan dokumen aduan.

Upaya pencegahan terus diperkuat dengan berhasil menggagalkan keberangkatan 12 CPMI nonprosedural asal Sulawesi Tengah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penempatan PMI berjalan sesuai prosedur dan aman.

Dalam bidang pemberdayaan, BP3MI Sulawesi Tengah menargetkan 43 PMI dan keluarga PMI menerima layanan pemberdayaan sosial dan ekonomi. Realisasi dilakukan melalui kegiatan pemberdayaan terhadap 20 purna PMI yang dipusatkan di Kabupaten Donggala, serta berbagai bentuk fasilitasi dan pendampingan lainnya.

Adapun dari sisi tata kelola organisasi, BP3MI Sulawesi Tengah menargetkan Nilai Kinerja Anggaran (NKA) sebesar 75.

Hingga akhir Tahun 2025, BP3MI Sulawesi Tengah berhasil meraih Nilai Kinerja Anggaran sebesar 96 yang mencerminkan peningkatan signifikan dalam perencanaan, pelaksanaan program, serta kualitas pelayanan publik yang akuntabel dan berorientasi pada hasil.

Baca Juga: Zikir dan Tabligh Akbar Sulteng tutup tahun 2025

"Capaian kinerja BP3MI Sulawesi Tengah sepanjang Tahun 2025 merupakan hasil dari kerja kolektif dan komitmen kuat seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik kepada Pekerja Migran Indonesia. Melampauinya target yang ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja menunjukkan bahwa upaya pelayanan penempatan, perlindungan, hingga pemberdayaan PMI terus kami perkuat secara terukur dan akuntabel. Kami memastikan negara hadir sejak tahap pra penempatan, selama bekerja, hingga purna penempatan, demi mewujudkan PMI yang terlindungi, berdaya, dan bermartabat," ucap Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim Ode Musnal Senin (5/1/2026)

Dengan capaian tersebut, BP3MI Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada Pekerja Migran Indonesia. Upaya tersebut dilakukan secara profesional, humanis, dan berkelanjutan sebagai wujud kehadiran negara dalam melindungi warganya. (Sidik)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....