Ketupat dan Burasa, Sajian Khas Idul Fitri di Makassar

  • 21 Mar 2026 07:16 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Perayaan Idul Fitri di Makassar tidak lengkap tanpa kehadiran ketupat dan burasa sebagai hidangan khas. Kedua makanan ini menjadi simbol kebersamaan dan tradisi yang terus dijaga oleh masyarakat setempat.

Ketupat merupakan makanan berbahan dasar beras yang dibungkus anyaman daun kelapa dan dimasak hingga padat. Hidangan ini umumnya disajikan bersama lauk seperti opor ayam, rendang, atau sambal goreng.

Sementara itu, burasa atau buras memiliki bentuk yang lebih memanjang dan dibungkus daun pisang. Berbeda dengan ketupat, burasa dimasak dengan santan sehingga memiliki rasa yang lebih gurih dan tekstur yang lembut.

Di Makassar, burasa menjadi pelengkap utama saat menyantap hidangan khas seperti coto Makassar atau ayam masak santan. Kombinasi rasa gurih dari burasa membuat sajian ini semakin nikmat saat disantap bersama keluarga.

Tradisi menyajikan ketupat dan burasa biasanya dilakukan saat hari pertama hingga beberapa hari setelah Idul Fitri. Masyarakat saling berkunjung dan menyuguhkan hidangan tersebut sebagai bentuk silaturahmi.

Selain sebagai makanan, ketupat juga memiliki makna filosofis sebagai simbol kesucian dan saling memaafkan setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan.

Kehadiran ketupat dan burasa mencerminkan kekayaan kuliner Nusantara yang sarat makna budaya dan tradisi. Hingga kini, sajian ini tetap menjadi bagian penting dalam perayaan Idul Fitri di Makassar.

Dengan cita rasa khas dan nilai budaya yang kuat, ketupat dan burasa terus menjadi hidangan yang dinantikan setiap momen Lebaran. (ERW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....