Cosplay, Wadah Ekspresi Kreatif Generasi Muda
- 09 Agt 2026 15:44 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Cosplay berkembang menjadi salah satu bentuk ekspresi kreatif yang semakin diminati generasi muda. Kegiatan ini tidak hanya berkaitan dengan mengenakan kostum karakter, tetapi juga melibatkan seni rias, pembuatan kostum, akting, hingga penampilan di atas panggung.
Dilansir dari superprof, Cosplay sendiri berawal dari budaya populer di Jepang pada era 1980-an, yang terinspirasi dari kegiatan penggemar di berbagai konvensi anime dan komik. Istilah cosplay berasal dari gabungan kata “costume” dan “play”, yang kemudian berkembang menjadi fenomena global di mana penggemar menirukan karakter fiksi secara detail, baik dari segi kostum maupun kepribadian karakter tersebut.
Di Kota Palu, minat terhadap cosplay turut berkembang melalui komunitas dan berbagai kegiatan bertema budaya populer. Para cosplayer dapat menyalurkan ketertarikan terhadap karakter dari anime, gim, manga, hingga film melalui penampilan yang dibuat semirip mungkin dengan karakter aslinya.
Anggota Komunitas Euphoria ID, Haruki, mengatakan dunia cosplay memberikan ruang bagi seseorang untuk mengekspresikan karakter dan kreativitas yang dimiliki. Menurutnya, setiap cosplayer memiliki proses tersendiri dalam mempersiapkan penampilan, mulai dari memilih karakter hingga menyesuaikan kostum dan riasan.
| Baca juga: HMTPWK UNTAD Hadirkan Urban Art Festival |
"Cosplay itu bukan cuma pakai kostum, tetapi bagaimana kita bisa membawakan karakter tersebut. Ada proses make up, kostum, pose, sampai bagaimana kita berinteraksi ketika menjadi karakter," ujar Haruki dalam Program Jaga Malam Pro 2 Palu.
Menurut Haruki, perkembangan media sosial turut membantu dunia cosplay semakin dikenal masyarakat. Konten foto, video, dan penampilan cosplayer dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan karakter sekaligus menunjukkan kreativitas kepada publik.
Selain sebagai hobi, cosplay juga dapat melatih berbagai kemampuan anak muda. Proses menyiapkan kostum dapat mengembangkan keterampilan kreatif, sementara tampil di hadapan publik dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi.
Haruki berharap masyarakat dapat melihat cosplay sebagai bagian dari kreativitas anak muda dan budaya populer. Ia juga mengajak para peminat cosplay untuk terus berkarya, mengembangkan kemampuan, serta menjadikan komunitas sebagai ruang belajar yang positif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....