HMTPWK UNTAD Hadirkan Urban Art Festival
- 16 Jun 2026 08:55 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Program Jaga Malam Programa 2 RRI Palu menghadirkan diskusi inspiratif bersama perwakilan Himpunan Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota (HMTPWK) Universitas Tadulako. Dalam kesempatan itu, HMTPWK memperkenalkan kegiatan Urban Art Festival 2.0 yang akan digelar pada November 2026 di JCC Kota Palu.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah ekspresi kreatif bagi generasi muda Sulawesi Tengah melalui ruang seni dan kolaborasi.
Tiga perwakilan panitia Urban Art Festival 2.0, yakni Ridha Sultan selaku Event Branding, Khan Kanter sebagai Ketua Panitia, dan Zaxgiya dari Divisi Acara, memaparkan konsep, tujuan, serta berbagai kegiatan yang akan dihadirkan dalam festival tersebut.
Ketua Panitia, Khan Kanter, menjelaskan bahwa Urban Art Festival 2.0 mengusung semangat kolaborasi antara seni, kreativitas, dan ruang perkotaan. Menurutnya, kegiatan ini dirancang untuk menjadi wadah berkumpulnya komunitas seni, pelaku kreatif, hingga masyarakat umum yang ingin menikmati berbagai pertunjukan dan karya seni modern.
“Urban Art Festival 2.0 bukan hanya sekadar festival hiburan, tetapi juga ruang kolaborasi yang mempertemukan ide, kreativitas, dan semangat anak muda dalam membangun budaya kreatif di Kota Palu,” ujar Khan.
Ridha Sultan selaku Event Branding mengungkapkan bahwa pihak panitia telah menyiapkan berbagai strategi promosi agar festival ini dapat menjangkau lebih banyak peserta dan pengunjung. Ia mengatakan bahwa media sosial menjadi salah satu sarana utama untuk memperkenalkan acara tersebut kepada generasi muda yang aktif di dunia digital.
“Kami ingin Urban Art Festival 2.0 dikenal lebih luas sebagai festival kreatif yang merepresentasikan semangat anak muda Palu. Melalui promosi digital dan kolaborasi komunitas, kami berharap antusiasme masyarakat semakin besar,” katanya.
Di sisi lain, Zaxgiya dari divisi acara menjelaskan bahwa festival tahun ini akan menghadirkan berbagai kegiatan menarik yang melibatkan komunitas seni dan kreatif. Beberapa agenda yang sedang dipersiapkan antara lain pertunjukan musik, pameran seni, kompetisi kreatif, hingga ruang interaksi bagi para pelaku industri kreatif lokal.
“Kami sedang menyiapkan rangkaian acara yang lebih beragam dan interaktif dibandingkan sebelumnya. Harapannya, setiap pengunjung bisa mendapatkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus inspiratif,” ungkap Zaxgiya.
Ketiga narasumber juga menekankan pentingnya peran anak muda dalam mengembangkan ekosistem kreatif di daerah. Mereka berharap Urban Art Festival 2.0 dapat menjadi momentum untuk menunjukkan potensi talenta lokal yang selama ini berkembang di berbagai komunitas seni dan kreatif di Sulawesi Tengah. Kehadiran festival ini juga diharapkan mampu memperkuat jaringan antar komunitas dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....