Media Sosial Jadi Wadah Kreativitas dan Pengembangan Diri Remaja
- 21 Jun 2026 04:56 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, membuat konten kini menjadi salah satu aktivitas yang digemari kalangan remaja. Berbagai platform seperti TikTok, Instagram, YouTube, hingga Spotify membuka ruang yang luas bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas, berbagi pengalaman, serta membangun jejaring dengan masyarakat yang memiliki minat serupa.
Jika dahulu media sosial lebih banyak digunakan sebagai sarana hiburan dan komunikasi, kini fungsinya berkembang menjadi wadah produktif bagi remaja untuk menghasilkan karya. Beragam konten kreatif mulai dari video pendek, vlog keseharian, podcast, fotografi, hingga desain grafis semakin banyak diproduksi oleh anak muda dengan memanfaatkan perangkat yang mereka miliki.
Fenomena tersebut juga terlihat di Kota Palu. Banyak remaja mulai aktif menjadi kreator konten dengan mengangkat berbagai tema, mulai dari edukasi, gaya hidup, kuliner, wisata lokal, hingga aktivitas kampus dan sekolah. Kehadiran media digital memungkinkan mereka menjangkau audiens yang lebih luas tanpa harus memiliki peralatan produksi yang mahal.
Salah seorang kreator konten pemula di Kota Palu, Nabila Putri, mengaku tertarik membuat konten karena dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan diri sekaligus berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang lain.
"Saya awalnya hanya iseng membuat video di TikTok tentang kegiatan sehari-hari. Lama-kelamaan saya belajar mengedit video, membuat konsep konten, sampai berani berbicara di depan kamera. Dari situ saya merasa kemampuan komunikasi saya semakin berkembang," ujarnya.
Menurut Nabila, membuat konten juga memberinya kesempatan untuk berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai daerah. Ia menilai media sosial dapat menjadi ruang yang positif apabila digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.
Hal senada disampaikan remaja Kota Palu lainnya, Muhammad Rizky. Mahasiswa yang aktif membuat konten edukasi dan informasi lokal itu mengatakan bahwa aktivitas sebagai kreator konten telah mengajarkannya berbagai keterampilan yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas.
"Dari membuat konten saya belajar menulis naskah, melakukan riset, mengatur waktu, hingga memahami cara menyampaikan pesan agar mudah dipahami audiens. Kemampuan-kemampuan seperti ini sangat berguna untuk dunia kerja nantinya," katanya.
Selain mengasah kreativitas, aktivitas membuat konten digital juga mendorong remaja untuk meningkatkan literasi teknologi dan kemampuan berpikir kritis. Mereka dituntut mampu memilah informasi, memahami kebutuhan audiens, serta menghasilkan karya yang menarik dan bernilai.
Namun demikian, perkembangan tren kreator konten juga perlu diimbangi dengan literasi digital yang memadai. Remaja diharapkan tidak hanya berfokus pada jumlah tayangan dan pengikut, tetapi juga memperhatikan kualitas informasi yang disampaikan serta dampaknya bagi masyarakat.
Dengan dukungan teknologi yang semakin mudah diakses, aktivitas membuat konten diperkirakan akan terus berkembang di kalangan remaja. Lebih dari sekadar hobi, kegiatan ini kini menjadi wadah pembelajaran yang mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....