Ajang Putra Putri Khatulistiwa Cetak Agen Generasi Perubahan

  • 11 Jul 2026 12:18 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Ajang Putra Putri Khatulistiwa Sulawesi Tengah hadir sebagai wadah pembinaan generasi muda yang mengedepankan penguatan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Berbeda dengan ajang sejenis, kompetisi ini tidak hanya menitikberatkan pada penampilan, tetapi juga mendorong peserta menghasilkan karya dan aksi nyata bagi masyarakat.

Founder Putra Putri Khatulistiwa Sulawesi Tengah, Indra Dwi Fandi, kepada RRI mengatakan organisasi tersebut resmi berdiri pada 26 Mei 2026. Ajang ini diperuntukkan bagi generasi muda berusia 15 hingga 25 tahun yang memiliki minat mengembangkan kapasitas diri di bidang pendidikan, sosial, lingkungan, budaya, dan pariwisata.

Menurut Indra, nama "Khatulistiwa" dipilih sebagai identitas karena Sulawesi Tengah merupakan salah satu wilayah yang dilintasi garis khatulistiwa, dengan titiknya berada di Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong. Sementara itu, Kota Palu ditetapkan sebagai pusat penyelenggaraan karena dikenal sebagai "Mutiara Khatulistiwa" sekaligus menjadi simbol utama organisasi.

Untuk menjaring peserta terbaik, panitia menggandeng Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah melalui mekanisme rekomendasi kepada pemerintah kabupaten dan kota.

"Selain jalur rekomendasi, panitia juga membuka pendaftaran umum guna memberikan kesempatan bagi daerah yang belum mengirimkan delegasi,"ungkapnya.

Pemilihan perdana Putra Putri Katulistiwa Sulawesi Tengah direncanakan berlangsung pada awal Desember 2026. Sebelum memasuki masa karantina, seluruh finalis akan mengikuti pra-karantina selama dua bulan yang difokuskan pada pembinaan mental, peningkatan kemampuan komunikasi, penguatan kepemimpinan, serta pelaksanaan proyek sosial sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Ia menegaskan, sistem penilaian dalam ajang ini tidak hanya ditentukan pada malam grand final. Keaktifan peserta selama pra-karantina, proses karantina, kualitas program kerja, kemampuan berkomunikasi, hingga integritas dan sikap menjadi indikator utama dalam menentukan pemenang.

"Attitude menjadi penilaian yang tidak bisa ditawar. Kami ingin melahirkan duta yang mampu menjadi teladan, bukan sekadar tampil baik di atas panggung," ujarnya.

Dirinya berharap Putra Putri Katulistiwa dapat melahirkan generasi muda yang mampu menjadi agen perubahan di daerahnya masing-masing. Para finalis diharapkan aktif mengampanyekan pelestarian budaya, kepedulian lingkungan, peningkatan kualitas pendidikan, serta mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi dengan pemerintah, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan.

Melalui konsep tersebut, Putra Putri Katulistiwa Sulawesi Tengah diharapkan menjadi ajang pembinaan yang menghasilkan duta daerah berkarakter, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kemajuan Sulawesi Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....