Halua, Camilan Tradisional Khas Kaili
- 10 Mei 2026 18:30 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Di tengah maraknya camilan modern yang hadir dengan berbagai varian rasa dan kemasan, jajanan tradisional khas daerah tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Salah satu camilan tradisional khas suku Kaili yang hingga kini masih banyak diminati adalah kacang halua. Camilan manis ini kerap dijumpai di pasar-pasar tradisional di Kota Palu dan menjadi jajanan favorit berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Kacang Halua dikenal sebagai makanan ringan tradisional yang terbuat dari bahan dasar kacang tanah yang dicampur dengan gula merah. Perpaduan rasa gurih dari kacang dan manisnya gula merah menciptakan cita rasa khas yang sulit ditemukan pada camilan modern. Bentuknya sederhana, namun memiliki nilai tradisi yang kuat karena sudah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Kaili.
| Baca juga: Baroasa, Jajanan Tradisional Khas Kaili |
Di kawasan Lasoani, Kota Palu, salah seorang penjual kacang Halua yang masih setia menjajakan camilan tradisional tersebut adalah Ine Nur. Setiap harinya, ia membuka lapak sederhana di seputaran Lasoani untuk menjual kacang halua kepada para pembeli yang melintas. Menariknya, camilan tersebut dijual dengan harga yang sangat terjangkau, yakni seribu rupiah per biji.
“Sudah lama saya jualan kacang halua ini. Bahannya dari kacang dicampur gula merah. Saya jual seribu rupiah satu biji supaya semua orang bisa beli. Daripada cuma diam di rumah, lebih baik jualan untuk tambah penghasilan sehari-hari,” ujar Ine Nur saat ditemui RRI di lapaknya di kawasan Lasoani Kota Palu.
| Baca juga: Pia Avuku Tembus Pasar Internasional |
Meski sederhana, usaha yang dijalaninya mendapat perhatian masyarakat sekitar. Banyak pelanggan yang sengaja datang untuk membeli kacang halua karena rasanya yang khas dan mengingatkan pada jajanan masa kecil. Tidak sedikit pula pembeli dari luar daerah yang penasaran ingin mencicipi makanan tradisional khas Kaili tersebut sebagai oleh-oleh khas Palu.
Keberadaan penjual kacang halua seperti Ine Nur menjadi bagian penting dalam menjaga eksistensi kuliner tradisional daerah agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Melalui usaha kecil yang dijalani setiap hari, masyarakat tidak hanya memperoleh tambahan penghasilan, tetapi juga turut melestarikan warisan budaya kuliner Kaili yang menjadi identitas lokal Kota Palu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....