Baroasa, Jajanan Tradisional Khas Kaili

  • 15 Mei 2026 14:41 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Di tengah maraknya jajanan modern yang banyak digemari masyarakat, jajanan tradisional khas Bugis bernama Baroasa kini mulai jarang ditemukan. Kue berbahan dasar tepung beras dan gula ini masih bertahan berkat beberapa penjual tradisional yang tetap mempertahankan resep turun-temurun, salah satunya Dahlia, pedagang yang berjualan di seputaran Kawatuna Kota Palu.

Baroasa dikenal sebagai jajanan tradisional Khas kaili dengan cita rasa manis dan tekstur khas karena proses pembuatannya dibakar. Kue ini dahulu sangat mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional, namun kini keberadaannya mulai langka karena kalah bersaing dengan aneka camilan modern yang lebih bervariasi dan praktis.

Saat ditemui RRI di lapaknya di seputaran Kawatuna Palu, Nurhiyati mengatakan dirinya masih rutin membuat Baroasa untuk dijual setiap hari. Ia mengaku mempertahankan usaha tersebut karena banyak pelanggan lama yang masih mencari jajanan tradisional khas Kaili itu.

“Ini jajanan tradisional kaili dari tepung beras dan gula, lalu dibakar. Cara membuatnya sebenarnya mudah, makanya saya masih rutin bikin untuk dijual,” ujar Nurhiyati.

Menurutnya, Baroasa dijual dengan harga yang sangat terjangkau, yakni hanya Rp100 per biji. Selain dijual langsung di lapaknya, jajanan tersebut juga dititipkan di beberapa kios langganan yang ada di Kota Palu agar lebih mudah dijangkau masyarakat.

Ia menambahkan, meski keuntungan yang diperoleh tidak terlalu besar, dirinya merasa senang karena masih bisa memperkenalkan jajanan tradisional kepada generasi muda. Bahkan beberapa pembeli sengaja datang untuk bernostalgia dengan rasa kue yang pernah mereka nikmati sejak kecil.

“Biasanya yang beli orang-orang tua yang sudah kenal rasa Baroasa dari dulu. Tapi sekarang anak-anak muda juga mulai suka karena penasaran dengan jajanan tradisional,” tambahnya.

Keberadaan Baroasa menjadi salah satu bukti kekayaan kuliner tradisional daerah yang perlu terus dijaga dan dilestarikan. Melalui para pedagang tradisional seperti Nurghiyati, jajanan khas kaili tersebut tetap bertahan di tengah perkembangan zaman dan modernisasi kuliner yang semakin pesat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....