Kelepon, Jajanan Khas Tradisional Bali
- 06 Mei 2026 12:13 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Kelepon, jajanan tradisional khas Bali, kini bisa dijumpai di Kota Palu, tepatnya di warung milik Ayu Elsy yang beralamat di kawasan Tanggul, Kelurahan Birobuli. Kehadiran jajanan ini menjadi salah satu pilihan kuliner tradisional yang diminati masyarakat setempat, terutama bagi pencinta makanan manis dengan cita rasa khas Nusantara.
Ayu Elsy mengaku telah berjualan di lokasi tersebut selama kurang lebih tiga tahun. Selama itu pula, dagangannya selalu laris diserbu pembeli. Tidak hanya menjual jajanan khas Bali seperti kelepon, ia juga menyediakan berbagai jenis kue tradisional lainnya serta minuman segar untuk melengkapi pilihan bagi pelanggan.
Khusus untuk kelepon, ia menjualnya dengan harga terjangkau, yakni Rp10 ribu per mika yang berisi 10 biji. Harga tersebut dinilai cukup ramah di kantong, sehingga banyak pembeli yang datang dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Kelepon yang dijual dibuat dari bahan-bahan sederhana, seperti tepung terigu, gula aren, serta pewarna alami dari daun suji yang memberikan warna hijau khas pada kue tersebut. Bahan-bahan ini diolah dengan cara tradisional sehingga menghasilkan tekstur yang kenyal dan rasa yang autentik.
Sebagai pelengkap, kelepon disajikan dengan taburan kelapa muda parut di bagian luar. Perpaduan rasa manis dari gula aren di dalam serta gurihnya kelapa parut di luar menjadikan jajanan ini memiliki cita rasa yang khas dan disukai banyak orang.
Saat ditemui RRI di lapaknya di kawasan Tanggul, Ayu Elsy mengatakan bahwa ia selalu menjaga kualitas dagangannya agar tetap diminati pelanggan.
| Baca juga: Baroasa, Jajanan Tradisional Khas Kaili |
“Saya sudah jualan sekitar tiga tahun di sini, dan bersyukur kelepon ini selalu laris. Biasanya satu hari bisa habis terjual,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa penggunaan bahan alami menjadi kunci kelezatan kelepon buatannya.
“Saya pakai daun suji untuk warna dan gula aren yang bagus supaya rasanya manis dan gurih. Pembeli juga banyak yang suka karena rasanya masih tradisional,” imbuhnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....