Masyarakat Diminta Waspada Tawaran Investasi dengan Keuntungan Besar
- 25 Agt 2026 06:57 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Kemudahan akses layanan keuangan di era digital membuat masyarakat semakin mudah mendapatkan berbagai tawaran investasi. Namun, kemudahan tersebut juga perlu diikuti dengan kehati-hatian agar masyarakat tidak terjebak pada investasi ilegal yang menawarkan keuntungan besar dalam waktu singkat.
Praktisi keuangan sekaligus pendiri Hanna Asa Indonesia, Mardiyah, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan literasi keuangan sebelum mengambil keputusan investasi. Menurutnya, masyarakat perlu mengenali sejumlah ciri investasi yang patut dicurigai agar tidak mengalami kerugian.
Mardiyah menjelaskan, salah satu ciri investasi yang perlu diwaspadai adalah tawaran imbal hasil yang sangat besar dengan jangka waktu yang relatif pendek. Masyarakat juga perlu berhati-hati apabila ditawarkan skema yang mengharuskan mereka mencari anggota baru atau member get member.
Selain itu, calon investor patut waspada jika mendapatkan tekanan untuk segera mentransfer sejumlah uang. Menurut Mardiah, desakan untuk melakukan transaksi dalam waktu singkat menjadi salah satu tanda bahwa tawaran tersebut perlu diperiksa lebih lanjut.
“Kalau misalnya dapat tawaran dari siapa saja terkait dengan investasi, dengan imbal hasil yang cukup besar, coba pakai formula ini. Stop, think, kemudian cek,” kata Mardiyah dalam program Ekonomi Digital RRI Pro 1 Palu.
Founder Hanna Asa itu menjelaskan, langkah stop berarti masyarakat tidak terburu-buru mengambil keputusan dan mencari informasi terlebih dahulu. Selanjutnya, think dilakukan dengan mempertimbangkan apakah tawaran investasi tersebut legal sekaligus masuk akal.
Setelah itu, masyarakat diminta melakukan check dengan memeriksa legalitas pihak yang menawarkan investasi melalui kanal resmi. Mardiah menyarankan masyarakat mengecek melalui situs Otoritas Jasa Keuangan untuk memastikan entitas tersebut memiliki izin dari regulator.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil keputusan hanya karena takut kehilangan kesempatan atau fear of missing out (FOMO). Mardiah mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memperbanyak pengetahuan dan membaca buku sebagai bentuk “investasi leher ke atas” sebelum menentukan instrumen investasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....