Hannah Asa, OJK dan BEI Sulteng Bekali Rahasia Mandiri Finansial Disabilitas

  • 29 Mei 2026 19:52 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Hannah Asa Indonesia Palu kembali menggelar Bootcamp Literasi dan Inklusi Keuangan Batch 72 mengangkat tema edukasi keuangan dan business matching bagi komunitas penyandang disabilitas. Ratusan sahabat disabilitas mengikuti Bootcamp tersebut di Gedung Workshop Bank Sulteng, Kota Palu.

Bootcamp tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan sektor jasa keuangan, mulai dari Otoritas Jasa Keuangan, Bank Sulteng, Bursa Efek Indonesia, hingga komunitas inklusif di Sulawesi Tengah. Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi edukasi dan diskusi terbuka.

Founder Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, mengatakan kemandirian finansial tidak hanya soal memiliki akses layanan keuangan. Ia menilai kemampuan mengelola arus kas dan mengambil keputusan keuangan secara sadar jauh lebih penting.

“Banyak orang sudah punya akses keuangan, tetapi belum tentu memahami cara mengelolanya,” kata Mardiyah kepada RRI, Jum'at (29/05/2026).

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Tengah, Bonny Hardy Putra, dalam kegiatan tersebut meluncurkan Buku Saku Pengelolaan Keuangan untuk Penyandang Disabilitas. Buku itu diserahkan secara simbolis kepada Fahri Kamal dan Zaitun sebagai perwakilan peserta.

Ia menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam mengakses edukasi keuangan. Menurutnya, literasi keuangan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memahami dan mengakses layanan keuangan yang aman, legal, dan bermanfaat,” ujarnya.

Dirinya berharap buku saku tersebut mampu menjadi panduan sederhana bagi sahabat disabilitas untuk lebih mandiri secara finansial. Dalam kegiatan itu, peserta juga mendapatkan edukasi tentang dana darurat, perlindungan konsumen jasa keuangan, hingga investasi pasar modal. Seluruh materi disampaikan dengan pendekatan yang mudah dipahami dan ramah disabilitas.

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Sulawesi Tengah, Putri Irnawati, mengajak sahabat disabilitas mulai mengenal investasi legal dan aman sejak dini. Menurutnya, kesempatan memahami pasar modal terbuka bagi seluruh masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Hannah Asa Indonesia berharap edukasi keuangan tidak berhenti sebagai pengetahuan semata. Literasi keuangan diharapkan menjadi gerakan nyata untuk menciptakan masyarakat yang mandiri dan berdaya menghadapi tantangan ekonomi masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....