Kolaborasi Edukasi Keuangan Cetak Seratus Investor Muda di Sulteng
- 03 Jul 2026 19:55 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Sulawesi Tengah mencatat sejarah baru dalam pengembangan pasar modal dengan terlaksananya transaksi kolektif Exchange Traded Fund (ETF) pertama yang melibatkan 100 investor baru. Kegiatan tersebut berlangsung dalam Bootcamp Batch 81 Smart Financial Journey hasil kolaborasi Hannah Asa Indonesia, Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Sulawesi Tengah, Mandiri Sekuritas, dan Fakultas Teknik Universitas Tadulako, kamis (02/07/2026)
Bootcamp ini menjadi langkah strategis dalam memperluas literasi keuangan sekaligus meningkatkan inklusi pasar modal di Sulawesi Tengah. Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diperkenalkan pada instrumen investasi yang legal, aman, dan berbasis edukasi agar mampu membangun kebiasaan berinvestasi secara bertanggung jawab.
Tidak hanya menerima materi mengenai investasi dan pengelolaan keuangan, para peserta juga melakukan transaksi ETF secara langsung sebagai pengalaman investasi pertama mereka. Pendekatan belajar melalui praktik ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman sekaligus kepercayaan diri peserta dalam memulai perjalanan sebagai investor.
Ketua Panitia IFest, Gabriel Kristofan, mengapresiasi kolaborasi Hannah Asa Indonesia, Bursa Efek Indonesia, Mandiri Sekuritas, dan Fakultas Teknik Universitas Tadulako dalam menghadirkan edukasi pasar modal bagi mahasiswa. Menurutnya, sinergi tersebut memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktik langsung melalui transaksi investasi.
"Kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa, karena mereka tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai investasi, tetapi juga dapat langsung melakukan langkah pertama melalui transaksi ETF secara kolektif," ucap Gabriel kepada RRI, Jum'at (03/07/2026).
Founder Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, mengatakan transaksi kolektif tersebut bukan sekadar pencapaian angka, melainkan awal dari gerakan literasi keuangan yang berkelanjutan. Menurutnya, setiap transaksi yang dilakukan peserta menjadi simbol terbukanya kesempatan bagi generasi muda untuk membangun masa depan finansial yang lebih baik.
"Hari ini kami tidak hanya menyaksikan 100 transaksi ETF pertama. Kami sedang membuka 100 pintu kesempatan bagi generasi muda untuk memahami bahwa investasi harus dimulai dengan pengetahuan, bukan sekadar mengikuti tren," ujar Mardiyah.
Ia menegaskan, tantangan generasi muda saat ini bukan hanya menguasai perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bijaksana. Karena itu, literasi digital harus berjalan beriringan dengan literasi keuangan agar setiap keputusan investasi didasarkan pada pengetahuan, data, dan pemahaman terhadap risiko.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Sulawesi Tengah diharapkan mampu melahirkan lebih banyak investor muda yang cerdas dan bertanggung jawab. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem literasi keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan inklusi pasar modal di Indonesia, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....