Banyak Anak Muda Alami Financial Stress, Hannah Asa Indonesia Beri Solusi
- 06 Jun 2026 11:54 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Hannah Asa Indonesia Palu menggelar kegiatan edukasi literasi keuangan bertajuk Financially Empowered, Environmentally Inspired di Gedung Inspirasi Ecoton, Kabupaten Gresik, Kamis (4/6/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas generasi muda dalam mengelola keuangan secara sehat sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Founder Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, kepada RRI mengatakan literasi keuangan dan kesadaran lingkungan merupakan dua keterampilan penting yang harus dimiliki generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.
Menurutnya, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 66,46 persen, sedangkan tingkat inklusi keuangan telah mencapai 80,51 persen. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara penggunaan layanan keuangan dan kemampuan masyarakat dalam mengelolanya.
"Semakin banyak masyarakat yang menggunakan produk dan layanan keuangan, namun belum seluruhnya memiliki pemahaman yang memadai dalam mengelolanya. Kesenjangan inilah yang perlu terus kita perbaiki melalui edukasi yang berkelanjutan," ujar Mardiyah.

Ia menjelaskan, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini tidak hanya berkaitan dengan akses keuangan, tetapi juga kemampuan merencanakan masa depan. Banyak anak muda masih menghadapi penghasilan yang tidak stabil, belum memiliki dana darurat, serta belum menetapkan tujuan keuangan yang jelas.
Kondisi tersebut dapat memicu financial stress yang berdampak pada kualitas hidup seseorang. Dampaknya tidak hanya dirasakan dari sisi ekonomi, tetapi juga kesehatan fisik dan mental.
"Financial stress sering kali ditandai dengan perubahan suasana hati yang tidak stabil, gangguan tidur hingga munculnya keluhan fisik akibat tekanan yang terus-menerus dirasakan. Karena itu, literasi keuangan bukan lagi sekadar pengetahuan tambahan, melainkan kebutuhan hidup yang sangat penting," katanya.
Hannah Asa Indonesia meyakini bahwa generasi yang kuat secara finansial akan lebih siap menghadapi perubahan ekonomi, sementara generasi yang memiliki kesadaran lingkungan mampu menciptakan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat.
Ia menegaskan pihaknya akan terus menghadirkan program edukasi yang relevan dan mudah diakses berbagai kalangan. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama memperluas akses literasi keuangan bagi masyarakat.
"Kami percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Melalui edukasi yang tepat, setiap individu memiliki kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih sejahtera, lebih berdaya, dan lebih berkelanjutan," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....