OJK Sulteng dan Hannah Asa Indonesia Dorong Literasi Keuangan Inklusif di Palu

  • 29 Mei 2026 20:47 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Hannah Asa Indonesia Palu kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan melalui Bootcamp Literasi dan Inklusi Keuangan Batch 72 di Kota Palu. Kegiatan ini menyoroti pentingnya kemampuan mengelola keuangan secara bijak, khususnya bagi komunitas disabilitas.

Founder Hannah Asa Indonesia Palu, Mardiyah, kepada RRI mengungkapkan masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan meskipun akses layanan keuangan terus meningkat. Kondisi itu dinilai menjadi tantangan besar dalam membangun masyarakat mandiri secara ekonomi.

“Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025, tingkat inklusi keuangan Indonesia sudah mencapai 80,51 persen, tetapi tingkat literasinya baru sekitar 66,46 persen,” jelas Mardiyah kepada RRI, Jum'at (29/05/2026).

Menurutnya, mandiri finansial berarti mampu memenuhi kebutuhan hidup sendiri dan memiliki kontrol terhadap arus kas. Kesadaran mengambil keputusan keuangan dinilai penting agar masyarakat tidak mudah terjebak pinjaman ilegal maupun investasi bodong.

Dalam kegiatan tersebut juga menghadirkan edukasi bertema “Bertahan dan Berdaya: Pengelolaan Dana Darurat untuk Sahabat Disabilitas” dengan pemateri Dr. Husnul Hotimah. Peserta diajak memahami pentingnya dana darurat sebagai perlindungan menghadapi kondisi tidak terduga.

Selain itu, peserta mendapatkan materi tentang perlindungan konsumen jasa keuangan dari Imam Aliani Putra perwakilan OJK Sulteng. Edukasi pasar modal juga diberikan langsung oleh Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Sulawesi Tengah, Putri Irnawati.

“Edukasi seperti ini penting agar masyarakat semakin percaya diri dalam mengambil keputusan investasi dan terhindar dari praktik investasi ilegal,” ujar Putri.

Melalui bootcamp ini, Hannah Asa Indonesia berharap lahir masyarakat yang lebih cerdas secara finansial dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa edukasi keuangan inklusif semakin dibutuhkan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....