Hannah Asa Indonesia Dukung I-FEST UNTAD 2026, Fokus Cetak Talenta Digital Unggul
- 10 Mei 2026 22:22 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Hannah Asa Indonesia resmi menjalin kerja sama strategis dengan Panitia I-FEST HMTI (Himpunan Mahasiswa Teknik Infomatika ) Jurusan Teknologi Informasi Universitas Tadulako 2026 melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Strategis di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Kolaborasi tersebut menjadi langkah bersama dalam memperkuat pengembangan literasi digital, inovasi teknologi, kreativitas mahasiswa, dan pemberdayaan generasi muda.
Penandatanganan kerja sama dilakukan Founder Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, bersama Pembina HMTI Fakultas Teknik Universitas Tadulako, Sri Khaerawati Nur, Jum'at (08/05/2026). Dalam kerja sama ini, Hannah Asa Indonesia ditetapkan sebagai Official Main Strategic Partner I-FEST UNTAD 2026.
Kolaborasi tersebut mencakup penyediaan tenaga ahli dan juri profesional, seminar dan edukasi publik, mentoring bootcamp, branding dan media exposure, hingga penyediaan co-working space. Program ini juga diperkuat dengan literasi keuangan untuk mendukung aktivitas kepanitiaan I-FEST 2026.
Founder Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, mengatakan kerja sama tersebut bukan sekadar dukungan kegiatan seremonial. Menurutnya, kolaborasi itu merupakan bagian dari pembangunan ekosistem pemberdayaan generasi muda berbasis teknologi dan literasi finansial.
“Kami percaya bahwa mahasiswa bukan hanya peserta kegiatan, tetapi calon pemimpin masa depan ekonomi digital Indonesia. Karena itu, penguatan literasi keuangan, digital skill, dan inovasi harus berjalan beriringan,” ujarnya.
I-FEST UNTAD 2026 merupakan agenda tahunan mahasiswa yang berfokus pada pengembangan inovasi, teknologi, kreativitas, dan literasi digital di lingkungan Universitas Tadulako. Melalui kerja sama ini, kedua pihak akan mengembangkan berbagai program lanjutan seperti seminar nasional, bootcamp literasi digital, mentoring mahasiswa, hingga kompetisi inovasi.
Selain itu, kolaborasi juga akan menghadirkan edukasi financial technology atau fintech serta social movement berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas mahasiswa dalam menghadapi transformasi ekonomi digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....