Lelah Finansial Setelah Lebaran? Dana Darurat Solusinya

  • 06 Apr 2025 08:51 WIB
  •  Palu

KBRN, Palu: Banyak keluarga menghabiskan tabungan untuk kebutuhan Lebaran, membuat bulan-bulan berikutnya terasa berat tanpa cadangan dana. Setelah momen penuh kebahagiaan itu usai, banyak orang justru menghadapi kenyataan pahit, yakni kelelahan finansial.

Tanpa perencanaan keuangan yang matang, pengeluaran berlebih saat Lebaran bisa membuat kondisi keuangan keluarga terguncang. Di sini pentingnya memiliki dana darurat sebagai penyangga stabilitas keuangan pasca-Lebaran.

Menurut Mardiyah, Founder Hannah Asa Indonesia, masyarakat perlu mulai sadar bahwa dana darurat bukan hanya konsep, tapi kebutuhan nyata.

“Dana darurat ini berfungsi sebagai bantalan ketika pendapatan terganggu atau ada kebutuhan mendesak setelah euforia Lebaran usai,” katanya dalam Fokus Kita di Pro 1 RRI Palu, Sabtu (5/4/2025).

Ia menjelaskan, idealnya memiliki dana darurat sebesar 3-6 kali pengeluaran bulanan untuk individu. Lalu, 6-12 kali pengeluaran bulanan untuk yang sudah berkeluarga.

Namun jika belum bisa memenuhi target itu, Mardiyah menyarankan masyarakat bisa mulai dengan nominal kecil secara bertahap.

“Mulai dari Rp50.000 atau Rp100.000 per minggu sudah bagus, yang penting konsisten dan terpisah dari rekening harian,” ujarnya.

Ia juga menekankan, agar masyarakat meninjau kembali kebiasaan keuangan setelah Lebaran. Misalnya, menunda pengeluaran konsumtif dan lebih fokus pada pemulihan keuangan.

“Momen setelah Lebaran adalah waktu terbaik untuk mengevaluasi keuangan, sehingga tidak panik saat krisis,” ucap Mardiyah.

Di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil, dana darurat dapat memberikan ketenangan pikiran dan rasa aman bagi keluarga. Hal ini merupakan penyelamat utama agar tidak terjerumus ke utang pasca-Lebaran. (UKJ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....