Warga Binaan Lapas Perempuan Palu Dilatih Keterampilan Salon

  • 11 Nov 2025 13:21 WIB
  •  Palu

KBRN,Palu: Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan pembinaan yang produktif dan berorientasi pada kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut diwujudkan melalui program pelatihan keterampilan salon dan tata kecantikan, yang digelar di Ruang Bimbingan Kerja Lapas Perempuan Palu, Selasa (11/11/2025). Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan dalam bidang pembinaan kemandirian.

Pelatihan yang dilaksanakan secara rutin ini mendapat pendampingan dari staf Subseksi Pembinaan Lapas Perempuan Palu serta dukungan dari Yayasan Zeliq Herdin Edukasi, Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Palu, dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Palu. Melalui kerja sama tersebut, para warga binaan berkesempatan belajar langsung dari instruktur berpengalaman, mulai dari praktik facial wajah hingga totok aura, sebagai dasar keterampilan kecantikan profesional.

Kepala Lapas Perempuan Palu, Yoesiana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang bertujuan memberikan bekal keterampilan yang berguna setelah warga binaan kembali ke masyarakat.

“Kami ingin warga binaan memiliki keahlian yang benar-benar bisa diterapkan ketika mereka bebas nanti. Keterampilan salon ini memiliki peluang usaha yang luas dan bisa dijalankan secara mandiri,” ujar Yoesiana.

Dari pelatihan dasar yang diberikan, kini sejumlah warga binaan telah menguasai berbagai teknik tata kecantikan modern, seperti creambath, potong rambut, hair color, smoothing, lash lift, eyelash extension, hingga menipedi dan totok wajah. Hasil ini menunjukkan bahwa pembinaan yang berkelanjutan dan terarah dapat menumbuhkan keahlian sekaligus meningkatkan rasa percaya diri warga binaan.

Salah satu peserta pelatihan, berinisial MK, mengaku bersyukur bisa mengikuti kegiatan tersebut.

“Dulu saya tidak punya pengalaman di bidang salon. Sekarang saya punya keahlian baru, dan setelah bebas nanti saya ingin membuka usaha sendiri,” ungkapnya dengan antusias.

Kepala Subseksi Pembinaan, Effendy, menambahkan bahwa pelatihan ini tidak hanya menekankan keterampilan teknis, tetapi juga membangun karakter disiplin, tanggung jawab, dan kepercayaan diri.

“Kami ingin membentuk warga binaan yang siap mandiri ketika kembali ke masyarakat. Keterampilan salon ini menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi,” jelasnya.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, turut memberikan apresiasi atas langkah inovatif Lapas Perempuan Palu dalam mengembangkan pembinaan berbasis keterampilan praktis.

“Program seperti ini sejalan dengan arah pembinaan pemasyarakatan modern yang menekankan pemberdayaan dan kemandirian. Keterampilan tata kecantikan memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat menjadi modal berharga bagi warga binaan setelah bebas,” ujarnya.

Bagus berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi satuan kerja pemasyarakatan lainnya di Sulawesi Tengah.

“Dengan keterampilan yang mereka miliki, warga binaan akan lebih percaya diri dan produktif ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa di balik tembok pemasyarakatan, tumbuh semangat, harapan, dan potensi besar untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan mandiri di masa depan. (IS)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....