HUT ke-81 RI, LPKA Palu Perkuat Integritas dan Teguhkan Pengabdian

  • 18 Agt 2026 14:47 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Kota Palu mengikuti Upacara Bendera memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin 17 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di Halaman Apel Lapas Kelas IIA Palu pada pukul 07.00 WITA.

Upacara dimulai pukul 07.00 WITA dan diikuti Kepala LPKA Palu, Welli, jajaran pejabat struktural dan pegawai, serta para Kepala UPT dan jajaran Pemasyarakatan se-Kota Palu. Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Kepala Direktorat Jenderal Pemasarayakat (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman.

Rangkaian upacara berlangsung khidmat yang diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih hingga pembacaan teks Proklamasi dan Pembukaan UUD 1945. Dalam amanatnya, Herman menegaskan bahwa kemerdekaan harus diisi dengan pengabdian nyata melalui integritas dan profesionalisme kerja.

“Kemerdekaan bukan hanya mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi bagaimana kita mengisinya melalui pengabdian nyata. Jajaran Pemasyarakatan harus terus menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Herman.

Peringatan HUT ke-81 RI juga dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada dua pegawai atas pengabdian sebagai ASN selama masing-masing 20 tahun dan 30 tahun. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi negara sekaligus motivasi untuk meningkatkan dedikasi, disiplin, dan loyalitas dalam menjalankan tugas.

Kepala LPKA Palu, Welli, mengapresiasi pelaksanaan upacara yang berlangsung tertib dan khidmat. Ia menyebut momentum kemerdekaan sebagai penguat semangat pengabdian sekaligus refleksi bagi jajaran LPKA dalam memberikan pelayanan dan pembinaan terbaik.

“Bagi jajaran LPKA Palu, nilai-nilai kemerdekaan diwujudkan melalui pembinaan yang mendorong anak binaan untuk berubah, memiliki harapan, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke keluarga dan masyarakat,” tutur Welli dalam keterangannya.

Menurutnya, nilai-nilai kemerdekaan wajib ditegakkan lewat kerja nyata dan pelayanan publik yang menjunjung nilai humanis. Sikap profesional dan berintegritas juga diperlukan agar proses pembinaan para anak binaan dapat berjalan optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....