Tangani Stigma HIV, Puskesmas Birobuli Sediakan Konseling

  • 29 Okt 2025 16:45 WIB
  •  Palu

KBRN, Palu : Stigma terhadap HIV/AIDS, baik terhadap penyakitnya maupun kepada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) masih menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pencegahan penyakit ini. Stigma yang telah melekat pada penyakit menular seksual ini, membuat masyarakat berisiko maupun penyintas kerap menghadapi tekanan sosial.

Dampaknya tidak hanya pada kesehatan fisik, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan mental mereka. Karena itu, layanan konseling menjadi penting agar ODHA tetap semangat menjalani pengobatan dan kehidupannya.

Dokter Infeksi Menular Seksual (IMS) Puskesmas Birobuli, dr. Rossalin Lago menyebut, tenaga medis khusus IMS telah dilatih sebagai konselor, untuk membantu pasien yang mengalami gangguan kesehatan mental akibat penyakit yang dideritanya.

"Jadi yang memiliki masalah-masalah kesehatan mental terkait dengan HIV, kami sudah melakukan namanya konseling. Setiap dia kontrol ke sini kami tanyakan ada masalah atau tidak, kalau ada masalah kita konseling," ujar dr. Rossalin saat ditemui di Puskesmas Birobulu, Senin (27/10/2025).

Selain konseling rutin, pasien dengan kondisi psikologis yang lebih serius akan dirujuk ke layanan kesehatan tingkat lanjut untuk mendapatkan pendampingan yang lebih intensif.

dr. Rossalin menambahkan, layanan psikolog klinis yang telah dibuka di Puskesmas Birobuli sejak bulan lalu, juga dapat menjadi rujukan bagi ODHA yang ingin menangani masalah kesehatan mental akibat tekanan sosial yang dihadapi.

"Jadi bisa kami rujuk ke sebelah (ruang psikolog klinis Puskesmas Birobuli)," ucapnya.

Ia berharap, masyarakat yang merasa berisiko HIV/AIDS tidak takut melakukan pemeriksaan dini, karena akses pengobatan terbuka dan gratis, serta kerahasiaan penyintas tetap dijaga.

"Jadi yang bisa membantu kita menemukan kasus adalah bila kita merasa berisiko, kita melakukan pemeriksaan darah," kata dr. Rossalin mengakhiri. (MJH)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....