Cegah Penyakit Menular, Lapas Palu Gelar Skrining VCT Mobile
- 02 Jun 2026 13:43 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu melaksanakan kegiatan Skrining Voluntary Counseling and Testing (VCT) Mobile bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Selasa 2 Juni 2026. Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan serta upaya pencegahan penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan.
Skrining ini dilaksanakan oleh Tenaga Kesehatan Lapas Kelas IIA Palu dan didampingi oleh Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Bayu Prianto. Kegiatan tersebut juga terlaksana hasil kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Palu, Puskesmas Bulili, serta Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).
Skrining VCT Mobile bertujuan untuk mendeteksi secara dini serta mencegah penyebaran potensi infeksi HIV/AIDS pada kelompok berisiko, khususnya Warga Binaan Lapas Kelas IIA Palu. Warga binaan yang terindikasi memiliki penyakit menular akan mendapatkan penanganan serta pemeriksaan lanjutan sesuai dengan prosedur medis.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palu, Makmur, dalam keterangan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Lapas Palu dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada warga binaan. Ia menyatakan bahwa pemenuhan hak dasar di bidang kesehatan menjadi salah satu pilar utama dalam penyelenggaraan sistem pemasyarakatan yang humanis.
"Kami memastikan bahwa setiap warga binaan yang terindikasi akan mendapatkan penanganan dan tindak lanjut medis sesuai prosedur," ujar Makmur.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurnpiawan, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam pelayanan kesehatan pemasyarakatan.
"Saya mengapresiasi kerja sama Lapas Palu dengan instansi kesehatan, serta berharap kegiatan ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan demi menciptakan lapas yang sehat dan humanis," Bagus Kurniawan dalam keterangannya.
Sebanyak 202 orang WBP mengikuti kegiatan skrining tersebut. Dari hasil pemeriksaan, terdeteksi 1 orang WBP dengan indikasi Hepatitis C dan 3 orang WBP dinyatakan positif Sifilis.
Sebagai tindak lanjut, seluruh WBP yang telah menjalani skrining akan dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa pengambilan darah di Puskesmas Bulili. Khusus bagi 3 orang WBP yang terdeteksi Sifilis, akan dilakukan penyuntikan secara berkala selama tiga minggu, serta pemeriksaan ulang HIV guna menegakkan diagnosis secara akurat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....