Tari Vunjampae, Wujud Syukur dan Kebersamaan Masyarakat Kaili
- 12 Sep 2026 17:56 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Tari Vunjampae tumbuh dari kehidupan masyarakat Kaili yang dekat dengan alam, kerja bersama, serta doa kepada Sang Pencipta. Tarian ini bukan sekadar perayaan panen, tetapi menjadi cara masyarakat menjaga keseimbangan hidup antara manusia, alam, dan Sang Pemberi Kehidupan.
Nilai kebersamaan tersebut juga hidup dalam falsafah Sintuvu, yaitu cara hidup kolektif masyarakat Kaili yang menekankan kebersamaan, persatuan, dan sikap saling menopang. Melalui Sintuvu, Vunja dipahami bukan sebagai perayaan individu, melainkan sebagai pesta rakyat yang lahir dari kebersamaan.
Kebersamaan dalam Vunja tercermin dari tubuh-tubuh yang bekerja, menunggu, bersyukur, kemudian bersuka cita bersama. Melalui gerak para penari, Tari Vunjampae menghadirkan perjalanan kehidupan masyarakat agraris Suku Kaili yang berakar di Desa Taripa, Kabupaten Donggala.
Perjalanan tersebut dimulai dari aktivitas membersihkan batang padi hingga merayakan Vunja sebagai puncak rasa syukur. Setiap gerakan menjadi gambaran tentang kehidupan masyarakat yang bekerja secara bersama-sama hingga tiba pada masa untuk merayakan hasil yang telah diperoleh.
| Baca juga: Bengkel Seni Pitate Jaga Seni di Kampus |
Gerak awal Tari Vunjampae ditandai dengan pola penari yang bersusun sebagai tanda bahwa tubuh para penari membangun nilai kebersamaan dan kerja kolektif. Susunan tersebut juga menggambarkan perayaan yang berpusat pada Vunja sebagai sebuah simbol kebersamaan masyarakat.
Karya ini menjadi pengingat bahwa pesta rakyat bukan sekadar sebuah keramaian, tetapi juga ruang untuk merasakan syukur dan menjaga hubungan antara manusia, alam, serta Sang Pencipta. Melalui Tari Vunjampae, warisan tradisi yang sarat makna terus dihidupkan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan kehidupan masyarakat Kaili.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....