Budayawan Sigi: Bahasa Daerah Harus Beradaptasi di Era Digital dan Media Sosial

  • 17 Jul 2026 20:13 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Pesatnya perkembangan media sosial membawa pengaruh besar terhadap perubahan gaya hidup generasi muda, termasuk dalam penggunaan bahasa. Fenomena meningkatnya minat terhadap budaya Korea atau K-Pop dan K-Drama menjadi tantangan tersendiri bagi pelestarian bahasa daerah.

Sekretaris Dewan Adat Kabupaten Sigi, Atman, S.Pt., M.Si., saat berdialog dalam program Sarapan Uvempoi di RRI Pro 4 Palu mengakui, ketertarikan anak muda terhadap budaya luar merupakan hal yang wajar selama tidak membuat mereka melupakan identitas budaya sendiri.

Atman menilai, bahasa daerah sebenarnya memiliki nilai budaya yang tinggi dan tidak kalah menarik dibandingkan budaya dari negara lain. Namun, diperlukan inovasi agar bahasa daerah mampu mengikuti perkembangan teknologi digital.

"Anak-anak sekarang banyak mengenal bahasa Korea karena sering melihat media sosial. Itu bukan sesuatu yang salah. Kalau ingin tetap hidup, bahasa daerah harus ikut berkembang mengikuti teknologi dan media yang digunakan generasi muda," katanya.

Ia mendorong para kreator konten, komunitas budaya, hingga lembaga pendidikan untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana memperkenalkan bahasa daerah melalui konten yang kreatif, edukatif, dan menarik.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, lembaga adat, sekolah, dan masyarakat sangat diperlukan agar bahasa daerah tetap relevan di tengah derasnya arus budaya global.

Ia optimistis, apabila bahasa daerah mampu dikemas secara modern tanpa meninggalkan nilai budayanya, generasi muda akan semakin bangga mempelajari dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....