Dewan Adat Sigi Minta Pahami Nilai Budaya

  • 21 Jun 2026 04:42 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Sekretaris Dewan Adat Kabupaten Sigi, Atman, S.Pt., M.Si. menyampaikan tanggapan keras terhadap opini di media sosial yang mengaitkan pelaksanaan ritual adat tanah dengan terjadinya bencana gempa bumi. Ia menilai pernyataan tersebut telah merendahkan nilai-nilai adat dan budaya yang selama ini dijaga masyarakat adat.

Atman menjelaskan, adat bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan kehidupan manusia maupun alam, melainkan sebuah aturan dan pedoman yang mengatur hubungan antara manusia dengan manusia serta manusia dengan lingkungan sekitarnya. Menurutnya, setiap prosesi adat memiliki makna, tata cara, serta nilai filosofis yang tidak bisa dipahami hanya berdasarkan potongan informasi.

Ia menyayangkan munculnya opini di media sosial yang menyebut ritual adat sebagai penyebab terjadinya gempa. Menurutnya, sebelum menyampaikan pendapat, masyarakat perlu memahami terlebih dahulu tujuan dan rangkaian kegiatan adat yang sebenarnya.

Adat itu adalah aturan yang mengatur hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam. Jadi jangan melihat adat hanya dari luarnya saja, apalagi langsung mengaitkan sebuah ritual dengan kejadian alam tanpa memahami maknanya,” ujar Atman.

Ia menegaskan, ritual adat tanah yang dilakukan masyarakat memiliki tujuan untuk menghormati alam, menjaga keseimbangan kehidupan, serta sebagai bentuk penghargaan terhadap warisan leluhur. Bukan sebagai kegiatan yang dapat menyebabkan terjadinya fenomena alam seperti gempa bumi. Masyarakat, khususnya pengguna media sosial, juga lebih bijak dalam menyampaikan pendapat.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi harus menjadi ruang edukasi dan memperkuat pemahaman budaya, bukan menjadi tempat menyebarkan opini yang dapat menimbulkan kesalahpahaman terhadap masyarakat adat.

Ia menambahkan, keberadaan lembaga adat memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial dan kearifan lokal di Kabupaten Sigi. Dewan adat selama ini menjadi bagian dari masyarakat dalam menjaga hubungan sosial, budaya, serta kelestarian lingkungan.

Dirinya berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga penghormatan terhadap adat dan budaya daerah, serta tidak mudah memberikan penilaian terhadap tradisi yang memiliki nilai sejarah dan filosofi panjang.

“Kalau ada yang belum mengetahui tentang adat, lebih baik bertanya dulu. Jangan membuat kesimpulan sendiri karena bisa melukai perasaan masyarakat adat yang selama ini menjaga warisan budaya,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....