Pelajar Palu Respon Inovasi Metode Belajar Masa Depan

  • 25 Agt 2026 07:30 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Sejumlah pelajar SMP Negeri 2 Palu mendorong metode pembelajaran di sekolah yang lebih menyenangkan dan tidak monoton. Gagasan tersebut disampaikan saat mereka mengikuti sesi wawancara mengenai cita-cita di Pro 2 RRI Palu.

Salah satu siswa, Aillen Valencia, mengatakan pembelajaran di kelas sebaiknya tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk belajar dengan cara yang lebih menyenangkan.

“Metode monoton sudah saatnya usai. Waktunya beralih ke pembelajaran yang menyenangkan dan humanis,” ujar Aillen saat berbincang bersama Pro 2 RRI Palu.

Jika kelak menjadi seorang guru, Aillen mengatakan dirinya ingin menggunakan permainan sederhana seperti flashcards sebagai bagian dari kegiatan belajar. Menurutnya, permainan dapat menjadi selingan ketika materi diberikan sehingga suasana kelas lebih hidup dan siswa tetap fokus mengikuti pembelajaran.

Selain metode belajar, para siswa juga menyampaikan gagasan mengenai sistem penilaian. Mereka menilai kemampuan siswa tidak seharusnya hanya dilihat dari hasil ujian tertulis, tetapi juga dari sikap dan karakter selama mengikuti proses pendidikan.

Aillen bahkan mengusulkan porsi penilaian yang lebih besar untuk aspek sikap. Menurut gagasannya, penilaian dapat terdiri dari 70 persen sikap dan 30 persen hasil ujian.

“Jika saya menjadi guru, saya akan menerapkan sistem penilaian berbasis 70 persen sikap dan 30 persen nilai ujian,” sambungnya.

Ia menilai pembentukan karakter penting agar pendidikan tidak hanya menghasilkan siswa yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki sikap dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Para siswa juga berharap guru dapat menerapkan aturan secara fleksibel dengan tetap mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masing-masing peserta didik.

Berbagai gagasan tersebut menunjukkan cara pandang siswa terhadap pembelajaran yang mereka anggap ideal, mulai dari penggunaan permainan edukatif hingga perhatian terhadap karakter dan kenyamanan siswa di dalam kelas.

Bagi mereka, menjadi guru bukan hanya tentang menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang membuat siswa merasa nyaman, dihargai, dan termotivasi untuk terus belajar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....