Lawan Grammar Police, Talkiesh English Dorong Anak Muda Berani Bicara

  • 12 Jun 2026 21:21 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, PaluKeresahan mendalam terhadap fenomena "grammar police" atau kecenderungan sebagian masyarakat yang gemar menghakimi kesalahan tata bahasa orang lain, menjadi pemantik utama bagi gerakan kepemudaan di Kota Palu. Komunitas Talkiesh English Club membagikan visi besarnya untuk meruntuhkan tembok ketakutan tersebut.

Presiden Talkiesh English Club, Indah Maharani, mengungkapkan bahwa hambatan terbesar seseorang dalam menguasai bahasa asing bukanlah minimnya kosakata. Masalah utama yang sering ditemui di lapangan justru merupakan beban psikologis akibat takut dinilai salah oleh lingkungan sekitar.

Menurutnya, ruang-ruang publik saat ini sering kali kurang ramah terhadap para pemula yang baru belajar. Banyak orang yang sebenarnya memiliki potensi besar, namun memilih mundur sebelum mencoba karena atmosfer sekitar yang cenderung menghakimi daripada mendukung.

"Banyak orang mengalami pergulatan batin yang luar biasa. Di dalam kepala mereka sebenarnya tahu apa yang ingin diucapkan, tapi saat mau dikeluarkan, lidah mereka seolah terkunci karena gugup dan takut salah. Kami di sini selalu menekankan, selama konteksnya kasual, lupakan dulu struktur yang rumit," ujar Indah Maharani saat dialog di studio RRI Pro 2 Palu.

Untuk merangsang partisipasi aktif anggotanya terutama yang memiliki kepribadian introvert, Talkiesh menerapkan metode khusus. Mereka mengadaptasi metode Problem-Based Learning (PBL) yang dikemas secara interaktif agar tidak membosankan.

Salah satu metode andalan mereka adalah simulasi detektif dalam memecahkan teka-teki misteri. Dalam simulasi ini, setiap peserta diwajibkan menyusun analisis dan berpresentasi dua arah, sehingga secara tidak langsung memaksa mereka untuk berbicara bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan.

Pendekatan santai namun taktis ini terbukti sukses besar di media sosial hingga kerap kali viral di lini masa lokal. Dampaknya, setiap kali pendaftaran Weekly Class hari Minggu dibuka, kuota terbatas sebanyak 15 kursi selalu habis dalam hitungan menit akibat antusiasme tinggi dari para pendaftar lokal maupun pendatang baru di Kota Palu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....