Marak Eksploitasi Siber, Anak di Palu Diminta Tak Takut Bersuara!

  • 28 Jul 2026 10:24 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Ancamannya nyata dan kian marak terjadi di ruang siber. Komunitas Digital Safety/Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Kota Palu mengingatkan pentingnya kewaspadaan anak-anak dan remaja terhadap berbagai bentuk kejahatan digital, mulai dari penipuan, pencurian data pribadi, cyberbullying, hingga modus online grooming dan eksploitasi anak yang kian samar di media sosial.

Maraknya kasus-kasus kekerasan siber terhadap kelompok rentan ini menjadi sorotan utama dalam program dialog "JJaga Malam" yang disiarkan RRI Pro 2 Palu. Diskusi interaktif tersebut menghadirkan jajaran anggota Komunitas Digital Safety, yakni Queen Shariani, Ghaaliy Raditya Alfiqhi, dan Nabila Salsa Pratiwi membahas terkait lanskap keamanan digital anak saat ini.

Kehadiran teknologi internet dan media sosial bagai pisau bermata dua bagi tumbuh kembang anak. Di satu sisi, dunia digital menyediakan ruang belajar dan membangun jejaring yang luas, namun di sisi lain menyimpan potensi bahaya jika anak-anak belum dibekali dengan literasi digital yang memadai dan pemahaman tentang kerahasiaan data pribadi.

Anggota Digital Safety, Ghaaliy Raditya Alfiqhi, menuturkan bahwa ancaman kejahatan digital seperti modus grooming dan eksploitasi kerap kali diawali dari pendekatan halus oleh pelaku di media sosial. Pelaku sengaja mendekati anak-anak dengan berpura-pura memberikan perhatian sebelum akhirnya memanfaatkan kekurangtahuan korban untuk tujuan eksploitasi finansial maupun manipulasi pribadi.

"Kepada teman-teman di luar sana jangan takut untuk bersuara karena kita punya hak partisipasi, hak perlindungan, hak kelangsungan hidup, dan hak tumbuh kembang," ujar Ghaaliy.

Tidak hanya ancaman dari orang asing, kecenderungan membagikan informasi sensitif seperti fitur lokasi terkini (current location) secara sembarangan juga disinyalir dapat memicu tindakan kriminal. Oleh karena itu, edukasi dan pendampingan berkelanjutan dari orang tua dianggap jauh lebih efektif dibandingkan sekadar membatasi penggunaan gawai tanpa pemahaman yang jelas.

Melalui momentum Hari Anak Nasional yang mengusung tema Voice of the Voiceless, Komunitas Digital Safety menegaskan tekadnya untuk terus menjadi wadah aman dan jembatan aspirasi bagi anak-anak yang selama ini takut membagikan masalahnya ke publik maupun pemangku kebijakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....